Tim Gegana Evakuasi Granat Yang Ditemukan Warga di Kotabaru

oleh
Tim gegana mengevakuasi granat yang ditemukan warga setempat pada Sabtu malam (16/07/17) sekitar pukul 22.30 wita. Foto : Yhoz

KOTABARU – Akhirnya granat yang ditemukan telah dievakuasi oleh tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana dari Banjarbaru, yang telah tiba di Kotabaru sejak Sabtu malam kemarin (16/09/17) sekitar pukul 22.50 wita.

Sebelumnya saat tiba pada lokasi yang sudah di sterilkan, 3 tim orang anggota Gegana yakni Iptu Sunardi Panit Gegana Satuan Brimob Banjarbaru, Brigadir Tri Prasetyo Gegana Satuan Brimob Batulicin, Iptu Jalil Subden 2 Pelopor Batulicin langsung menuju pusat TKP dan menemukan 2 buah granat aktif yang langsung diamankan.

Kendati demikian, karena informasi yang didapat diawal ada 3 buah granat maka kemudian pada pukul 23.00 wita Sabtu malam kemarin (16/09/17) tim memanggil Yudi Sunardi untuk melakukan pengecekan kembali pada rumah yang terbakar miliknya melihat kemungkinan ada yang masih tersisa.

Kasat Reskrim Polres Kotabaru, AKP Suria Miftah  yang didampingi oleh Iptu Sunardi dan Iptu Jalil di Mapolres Kotabaru dalam keterangan persnya mengatakan bahwa, tim Brimobda dari Batulicin sebanyak 7 orang dan tim Gegana 2 orang telah melakukan evakuasi dan menemukan 2 granat.

Granat pertama sudah tidak ada pemicunya tapi masih aktif dan yang kedua masih lengkap beserta dengan alat pemicunya.

“Alhamdulillah, untuk granat sudah diamankan dan besok akan kembali melakukan pengecekan ke TKP, ” terangnya.

Ditambahkannya, bahwa dalam kejadian tersebut sama sekali tidak ada motif apa-apa, karena pada saat peristiwa rumah Yudi Sunardi terbakar anaknya yang laki-laki sudah membawa keluar granat yang dibungkus itu dan ingin dititipkan kepada tetangga.

“Namun tetangganya tidak mau. Yudi Sunardi pun sudah dimintai keterangan dan tidak ada motif apa-apa,” tambahnya.

Menurut Iptu Sunardi kepada awak media, jenis granat yang ditemukan adalah nanas pragmentasi MK II buatan Inggris sisa perang Dunia II yang mana disimpan oleh purnawirawan yang sudah meninggal. Meskipun granat sudah berkarat tapi masih aktif karena bahan peledak masih ada didalamnya, dengan radius ledakan yang membahayakan untuk daerah amannya sekitar 100 meter.

“Sementara granat kita amankan di Mapolres Kotabaru, kemudian selanjutnya akan dikoordinasikan kembali apakah akan dimusnahkan disini atau di Mako Brimob,” ungkapnya.

Dalam evakuasi tadi, pihaknya menggunakan alat khsusus yang biasa digunakan untuk mengamankan bom yang masih aktif yang terbuat dari serat dan bisa menahan ledakan granat.

“Kemungkinan bisa meledak karena kondisi sudah berkarat dan salah satu penguncinya juga tidak lengkap lagi,” tandasnya. (Yhoz)