Pengguna Jalan Harus Ekstra Hati-hati, Sejumlah Jalan di Sekadau Alami Kerusakan

oleh
Salah satu titik jalan yang mengalami kerusakan

SEKADAU – Warga Kota Sekadau, Kalimantan Barat memasang tanda di sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.

Salah seorang warga, Edy menuturkan,  pemasangan rambu tersebut sebagai peringatan kepada pengendara agar berhati-hati. Sebab, kata dia, dengan kondisi jalan yang rusak bukan tidak mungkin dapat membahayakan pengguna yang melintas.

“Kalau ndak hati-hati rambu itu juga membahayakan pengendara karena dipasang dibadan jalan, apalagai kalau malam. Kalau tidak dipasang juga bahaya pengendara melintas bisa nabrak lubang,” ucapnya kepada B-OneTV, Minggu (17/9/17).

Untuk itu, ia berharap adanya perbaikan terhadap kondisi jalan yang rusak tersebut. Terlebih yang sangat disayangkan, perbaikan sudah dilakukan hanya saja kondisinya tidak bertahan lama.

“Ditambah musim hujan, makin tambah lagi karena air menggenangi jalan. Mudah-mudahan ada perhatian dengan kondisi tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Teguh Arif Hardianto, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau meminta agar Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional melalui Satker Preservasi Jalan Nasional serius menangani perawatan jalan nasional. Ia mengatakan, perawatan pengerjaan jalan itu tidak hanya sebatas menutup lubangnya saja.

“Tapi yang perlu diperhatikan kualitasnya, karena yang terjadi boleh dibilang setiap tahun ditutup lubang jalan. Umurnya tidak lama, sebaiknya ruas jalan itu dilakukan peningkatan,” ucap Politisi Fraksi Partai Nasdem itu.

“Artinya kalau dilakukan peningkatan anggaran agak besar dan sesuai, walaupun panjangnya hanya sepanjang 500 meter atau 1 kilometer saja. Saya yakin UPJJ Satker Wilayah Kalbar memiliki data, jadi tahu kebutuhannya sebaiknya jangan tanggung-tanggung,” sambungnya.

Teguh menyangkan, sebab setiap tahunnya dianggarkan Rp 2 miliar untuk perawatan jalan nasional sehingga tidak maksimal. Ia menilai, hal itu akan mubazir karena anggaran sebesar Rp 2 miliar tersebut perawatannya memakai spot.

“Yang terjadi, kualitasnya menahan konstruksi beban berat paling lama hanya tiga bulan. Itulah konsepnya tidak hanya menutup lubang,” bebernya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mendorong untuk membuat jalan dua jalur mulai dari tugu PKK hingga komplek perkantoran Pemkab Sekadau. Apalagi, kata dia, pemkab Sekadau telah mengajukan dibuka dua jalur.

“Tinggal menunggu realisasinya. Jadi tidak perlu menutup kemudian rusak lagi, ya sudah tingkatkan sekali dengan usulan dua jalur itu,” pungkasnya. (Yahya)