Dalam 1 Bulan Palangka Raya Butuh 1200 Kantong Darah

oleh
Pengurus PMI kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA– Momentum HUT ke-72 Palang Merah Indonesia (PMI) tahun ini, hendaknya dapat lebih lagi meningkatkan rasa kepedulian tanpa pamrih dari seluruh anggota PMI khususnya di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Apalagi komposisi kepengurusan kali ini agak beda dengan kepengurusan sebelumnya, sehingga tugas kemanusiaan.ini dapat dilakukan lebih besar lagi,” kata Kepala PMI Kota Palangka Raya, Rusliansyah, usai upacara HUT PMI, di Flamboyan Water Front City, Minggu (17/9/17).

Tak dipungkiri Anggota DPRD Palangka Raya ini menuturkan jika selama ini memang masyarakat beranggapan biaya untuk satu kantong darah terkesan begitu mahal. Tapi dalam hal ini yang patut diingat, ini bukan menjual darah. Melainkan untuk mengganti biaya pengolahan darah agar aman untuk ditransfusikan kepada pasien. Sedangkan komponen darahnya sendiri tidak dikenakan biaya.

Pasalnya, biaya operasional yang dibutuhkan untuk membeli kapas dan alat untuk mengecek HB donor, jarum, selang dan kantong yang digunakan untuk proses donor dan menyimpan darah.

Belum lagi, berbagai komponen yang diperlukan untuk memeriksa darah di laboratorium, menyimpan darah di tempat khusus dengan suhu dan kondisi lain yang terjadi, hingga proses pengecekan kecocokan darah yang tersedia dengan donor darah sampai dengan proses transfusi.

“Makanya tahun depan kami akan usahakan ada penurunan biaya untuk pengambilan kantong darah, dari Rp 350 ditekan menjadi Rp 200 atau Rp 250. Mudah-mudahan dengan adanya dana ini nanti dapat mengurangi beban masyarakat,”ujarnya.

Untuk memastikan ketersediaan darah selalu aman, salah satu upaya yang rutin dilakukan yakni dengan kegiatan bakti sosial donor darah. Pasalnya masyarakat yang membutuhkan darah setiap mencapai 1.200 kantong yang berasal tidak hanya dari Kota Palangka Raya saja, tapi juga Kabupaten Pulang Pisau, Gunung Mas dan Katingan.(tv)