Tukar Guling Kantor Disnaker Kapuas Belum Ada Titik Temu

oleh
Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kapuas, Syahfiri. Foto : Nad

KUALA KAPUAS – Pembahasan tukar guling kantor milik Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah di Jalan Pemuda, tepatnya bersebelahan dengan City Mall masih terus dilakukan. Pasalnya, sudah satu tahun belum ada kesepatakan antara Pemkab Kapuas dan Pihak ketiga yakni pemilik tanah.

Kepala Bagian Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kapuas, Syahfiri mengatakan, pihaknya dan tim teknis baru membahas titik lokasi bangunan Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) diarah Jalan Jepang yang masuk zona 3 sesuai dengan RTRWK tata ruang kota Kuala Kapuas.

“Kita rapat kemarin (Kamis/15/9/17) sore,untuk membahas zona letak kantor yang masuk dalam klarifikasi C3 bangunan perkantoran yang disesuaikan dengan tata ruang kota RTRWK,” ungkap Syahfiri pada Sabtu (16/9/17) ketika dihubungi B-ONETV melalui telepon seluler.

Kemudian, lanjut Syafiri, masuk pada pembahasan tukar guling belum ada, karena harus melalui penilaian dulu oleh kedua belah pihak. Sebab saat ini peraturan daerah terkait tata ruang masih diusulkan di DPRD Kapuas.

“Pembahasan harga saja belum ada, karena fisik bangunan yang nantinya dinilai oleh kedua belah pihak belum ada mana yang tukar dan mana yang guling,” terangnya.

Ia menjelaskan, kalau titik lokasi pembangunan sudah disepakati dan diusulkan kepada pimpinan dan disetujui maka urusan pembelian tanah menjadi kewajiban pihak pembeli dalam hal ini pihak City Mall.

“Kita selaku pemerintah daerah hanya menentukan lokasi pembangunan, kalau urusan beli tanah, itu urusan mereka pihak pembeli dengan pemilik tanah,” terangnya.

Syafiri menambahkan ke depan proses pembangunan diawasi oleh pihak konsultan, berapa nilai bangunan yang di tukar dan diguling nanti kedua belah pihak sama-sama menghitung. Tetapi harus melibatkan pihak DPRD.

“Kalau nilai bangunan yang di guling seandainya 7 Miliar dan dibangun 6 miliar tetap masih ada keuntungan buat Pemerintah Daerah 1 miliar,” pungkasnya. (Nad)