Ini Kata Manajemen PT MME Terkait Tuntutan Warga

oleh
Lokasi lahan tambang batu bara yang dipermasalahkan oleh pihak keluarga Supriadi di Desa Sikuy Kecamatan Teweh Baru./BN

MUARA TEWEH – Perwakilan PT Mega Multi Energy atau MME di Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, Deny Yayan, kepada B-OneTV, Sabtu (16/09/17) mengatakan jika pihaknya sejatinya tak bisa memenuhi tuntutan warga terkait ganti rugi lahan.

Menurutnya, hal itu dikarenakan lahan yang dituntut oleh warga tersebut sebelumnya sudah digarap oleh perusahaan lain.

“Perusahaan PT MME memang tidak pernah melakukan ambil alih kepemilikan saham kepada pihak manapun, sehingga kalau menuntut harus dilayangkan kepada perusahaan yang menggarap lebih dulu sebelum perusahaannya beroperasi di wilayah itu,” kata dia.

Denny Yayan mengatakan, menanggapi pernyataan pemiilik lahan, pembebasan lahan yang sudah terbuka batu baranya, dulunya dilakukan oleh perusahaan lain, sebelum PT.MME beroperasi di wilayah tersebut.

“Mengenai lahan yang sengketa itu merupakan perusahaan lain, sementara saham perusahaan tersebut tidak pernah diambil alih oleh oleh PT.MME,” tegasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Supriadi warga Desa Sikuy Kecamatan Teweh Baru, meminta kepada perusahaan tambang PT.Mega Multy Energi (MME) yang beroperasi di wilayah tersebut bersedia membayar ganti rugi lahan yang digarap perusahaan tambang yang sudah berjalan kurang lebih enam tahun.

Perusahaan selama ini melakukan penggarapan miliknya tanpa ada ganti rugi, sehingga lahan yang digunakan tambang batu bara diambil secara terus menerus tanpa memperhatikan pemiliknya.

Menurutnya, tanam tumbuh diatas lahan berupa pohon karet juga tidak bisa menghasilkan karena akibat dari penambangan, ini juga merupakan kelalaian pihak perusahaan. Dimana di atas lahan itu terdapat lobang yang belum direklamasi.

“Ini merupakan kerugian materil bagi kami selaku pemilik lahan. Surat yang kami sampaikan kepada perusahaan tidak lain untuk mempertanggungjawabkan segala kerugian yang kami alami,” kata Supriadi Rabu kemarin. (Tim)