Granat Aktif Ditemukan Warga di Kota Baru

oleh
Tim Gegana mengevakuasi granat aktif yang ditemukan warga. Foto : Yhoz

KOTA BARU – Warga yang berada di Kelurahan Kota Baru Hilir RT 07, Kalimantan Selatan di gegerkan atas penemuan granat nanas atau granat tangan oleh salah seorang warga setempat tadi pagi pada Sabtu (16/09).

Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh B-ONETV, kejadian bermula saat tadi pagi ada yang melihat granat tersebut dan letaknya tepat berada di langgar AL–Ikhlas, Jalan Jenderal Sudirman serta bersebelahan dengan lokasi rumah dinas Wakil Bupati Kota Baru dan setelah itu diketahui oleh warga lainnya sehingga geger karena takut akan meledak.

David (26) kaget lagi asik tidur di dalam kamar ketika mendengar ada granat disamping rumahnya, seketika itu ia langsung terbangun dan ingin melihat keluar.

“Saya masih tidur pulas mas saat itu, saat ibu Rusdiana menginformasikan ada bom berjenis granat dan ngantuk saya langsung hilang,” cetusnya.

Penemuan granat jenis nanas tersebut ditemukan disekitar lokasi pukul 10.00 wita oleh warga setempat dan menurut keterangan yang dihimpun, warga setempat yang melihat pertama kali sempat ingin meminjam peralatan tang, untuk mengangkat granat tersebut.

“Tadi sempat ada yang ingin meminjam tang kepada saya dan katanya untuk mengangkat granat yang berada dihalaman langgar Al-Ikhlas, namun langsung saya peringatkan karena bisa saja membahayakan dan lebih baik kita hubungi pihak Kepolisian saja,” ujar Rusdiana.

Sekitar pukul 12.45 wita tim dari Satuan Brimob 2 Tanah Bumbu tiba di TKP kemudian melakukan evakuasi, namun sebelumnya tindakan awal yang diambil adalah mengabadikan barang bukti granat melalui kamera digital, selanjutnya berkoordinasi untuk melakukan proses lanjutan, dan pada pukul 13.20 wita masyarakat yang masih berada di sekitar TKP diminta untuk menjauh karena lokasi akan di sterilkan oleh tim.

Sementara, Kasat Reskrim, AKP Suria Miftah SIK, SH yang ditemui dilapangan menginformasikan, memang menurut keterangan dari yang punya granat atas nama Yudi Sunardi yang mana orang tuanya dulunya adalah dari Angkatan Darat dan memiliki granat sebanyak 1 buah, tapi yang ditemukan di TKP hanya 1 buah.

“Untuk sekarag yang bersangkutan kita minta keterangan di Mapolres, sementara untuk 1 granat yang lainnya masih akan di lakukan pencarian sambil menunggu tim Gegana dari Banjarbaru,” katanya.

Tim Satuan Brimob 2 Tanah Bumbu sendiri, sambungnya, tidak mempunyai peralatan pendukung seperti halnya tongkat dan peralatan lainnya. Untuk itu, pihaknya setelah bekoordinasi dengan tim Gegana yang ada di Banjarbaru tentunya akan menunggu kedatangan melalui akses jalur darat.

“Sampai saat ini kami menunggu tim Gegana dari Banjarbaru berangkat melalui jalur darat dan diseputaran TKP sudah di sterilisasi dari satuan Brimob, Buser dan Sabhara, untuk granatnya sendiri masih ada pemicunya sehingga menjadi ke khawatiran bersama,” jelasnya.

Keterangan lain, dari salah satu anggota, jenis granat itu mempunyai jarak mematikannya sekitar 10-30 meter dan dengan jarak aman antara 70-100 meter karena bom jenis tersebut merupakan granat tangan. Untuk ciri-ciri bukti temuan yakni satu buah granat nanas dan tidak ada pemantik serta cincin pengamannya atau pin dan buatan tahun 1915 serta ada satu buah tas boneka warna biru.

Rumor yang beredar lain dimasyarakat namun belum bisa dipastikan, tas boneka tersebut sudah hampir seminggu diletakkan dilokasi tersebut hanya saja dibiarkan saja karena tidak tahu juga isinya apa dan dianggap biasa saja.

Hingga berita ini diturunkan, tim pengamanan aparat gabungan masih berjaga sambil menunggu kedatangan tim Gegana dari Banjarbaru. (Yhoz)