Warga Binaan Lapas Kotabaru Tewas Diduga Dikeroyok

oleh
Lapas Klas II B Kota Baru

KOTABARU – Seorang warga binaan Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II B Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis (14/09/17), Sugianto (35) tewas diduga karena dikeroyok. Korban asal Kabupaten Tanah Bumbu menghembuskan nafas terakhirnya, setelah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setelah diduga dikeroyok.

Berdasarkan keterangan Kalapas Klas II B Kotabaru melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Permasyarakatan (KPLP) Rahmat Pijati, saat dijumpai Jumat (15/09/17) mengakui jika ada salah seorang warga binaan meninggal dunia.

Peristiwa itu berawal serah terima regu jaga dari pagi ke siang, kemudian salah seorang anggota Lapas, M Anwari melakukan pemeriksaan dan melaksanakan apel bersama di area blok B yang merupakan warga binaan, dengan kasus kriminal di bagian atas. Kemudian M Anwari menghitung kehadiran warga yang seharusnya berjumlah 87, namun ternyata kurang satu orang.

Tidak berapa lama, ia menerima laporan jika seorang warga binaan terluka di bagian kepala dan bibirnya pecah, sehingga langsung dibawa ke klinik Lapas kemudian dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan penanganan intensif sekitar pukul 13.30 wita dan sekitar pukul 15.30 wita korban dinyatakan meninggal dunia.

Mendengar itu, dirinya langsung melaporkannya ke pimpinan dan Polres Kotabaru untuk menindak lanjuti permasalahan yang terjadi, dan hingga Jumat dini hari sekitar pukul 01.00 wita, sebanyak 7 orang warga binaan dari blok B, di bawa ke Polres untuk dimintai keterangan.

“Saat kejadian sama sekali tidak terdengar kegaduhan apa-apa. Saya hanya menduga, korban dibenturkan kepalanya sehingga menimbulkan pendarahan dan akhirnya saat dirawat di RSUD meninggal dunia, karena dari hasil pemeriksaan ditemukan barang bukti berupa 4 buah gunting pemotong kuku,” tambahnya.

Korban sendiri masuk tahanan akibat kasus pelecehan seksual dengan masa tahanan hingga tahun 2020. Akan tetapi, yang bersangkutan mengajukan pembebasan bersyarat dan SK nya sudah keluar dan dilihat menjalani subsider tahun 2018 akan bebas.

“Saat ini permasalahannya sudah diserahkan kepada pihak Kepolisian untuk proses penanganan lebih lanjut,” pungkasnya. (Yhoz)