Warga Ancam Portal Jalan Tambang PT.MME

oleh
Lokasi lahan tambang batu bara yang dipermasalahkan oleh pihak keluarga Supriadi di Desa Sikuy Kecamatan Teweh Baru./BN

MUARA TEWEH – Persoalan sengketa lahan antara warga dengan Perusahaan, bukan kali pertama terjadi di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dan bahkan sudah tak terhitung jumlahnya.

Akibat dari sengketa tersebut, tak jarang bila tidak tercapai kata sepakat hingga berakhir dengan pemortalan baik di jalan tambang juga perusahaan lainnya.

Supriadi warga Desa Sikuy Kecamatan Teweh Baru, Kalimantan Tengah meminta kepada perusahaan tambang PT.Mega Multy Energi (MME) yang beroperasi di wilayah tersebut bersedia membayar ganti rugi lahan yang digarap perusahaan tambang yang sudah berjalan kurang lebih enam tahun.

Pasalnya, perusahaan selama ini melakukan penggarapan miliknya tanpa ada ganti rugi, sehingga lahan yang digunakan tambang batu bara diambil secara terus menerus tanpa memperhatikan pemiliknya.

Menurutnya, tanam tumbuh diatas lahan berupa pohon karet juga tidak bisa menghasilkan karena akibat dari penambangan, ini juga merupakan kelalaian pihak perusahaan. Dimana di atas lahan itu terdapat lobang yang belum direklamasi.

“Ini merupakan kerugian materil bagi kami selaku pemilik lahan. Surat yang kami sampaikan kepada perusahaan tidak lain untuk mempertanggungjawabkan segala kerugian yang kami alami,” kata Supriadi Rabu.

Pimpinan PT.MME Denny Yayan kepada b-onetv, Kamis (14/09/17) mengatakan, sebenarnya lahan yang dipermasalahkan keluarga Supriadi bukan menjadi tanggungjawab perusahaan. Sebab sebelum perusahaan MME melakukan kegiatan, lahan tersebut sudah dilakukan pembebasan.

Dikatakannya, pembebasan lahan kurang lebih empat hektar dulunya dilakukan oleh perusahaan lain dan kemudian perusahaan itu diambil alih oleh PT.MME.Dengan perpindahan saham itu pula pihaknya merasa tidak ikut bertanggungjawab mengenai permasalahan baik ganti rugi maupun kewajiban reklamasi.

“Beberapa hari lalu kita menerima surat dari keluarga pemilik lahan, selain meminta ganti rugi mereka juga melakukan pemberitahuan mengenai rencana permortalan di jalan tambang,” pungkas Denny Yayan. (Bn)