Tambang Pasir Puya Ilegal Rusak Sungai Muroi

oleh
Pasir Puya

KAPUAS –  Maraknya tambang ilegal pasir puya di Sungai Muroi, Kabupaten Kapuas, Kalimantan tengah membuat air sungai tercemar dan berubah draktis. Ratusan penambang ilegal tersebut beroperasi setiap hari, sehingga membuat pencemaran lingkungan. Tidak hanya itu, tambang ilegal dan pasir puya tersebut pun sangat merusak alam, sehingga sering terjadi bencana banjir dan perusakan alam yang vatal.

Salah seorang tokoh masyarakat berinisial J berbincang bersama b-one tv sambil melihat aktifitas tambang ilegal dan pasir puya di daerah Sungai Muroi dan Desa Teluk Batu Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas tersebut

Tokoh sepuh itu mengatakan, tambang disini sudah lama sudah berpuluh tahun beraktifitas, baik tambang emas maupun tambang pasir puya di aliran Sungai Muroi.

“Disini kan tambang masyarakat kecil hanya untuk menyambung hidup sehari-hari saja dan masyarakat disini menjual hasil tambang pasir puya ke pengusaha penampung  di Teluk Batu. Mereka yang membeli dari pengusaha luar,” ucapnya

Sebagai penambang pasir puya di Kawasan Sungai Muroi, masyarakat setempat  ingin perekonomianya sejahtera dari hasil alam dan lingkunganya yang melimpah.

“Namua, ketika alam di perkampungan masyarakat sudah habis, masyarakat belum  sejahtera juga,” tuturnya.

Apalagi, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Sugianto Sabran sering mengatakan setiap Sambutanya, bagi pengusaha yang tidak mengsejahterakan masyarakat Kalteng, segera angkat kaki dan jangan membuat usaha di Bumi Tambun Bungai Tanah Dayak Kalimantan tengah.

Untuk itu, masyarakat Teluk Batu mengimbau ke penegak hukum, khusunya kepolisian agar jangan hanya tambang dan usaha masyarakat kecil saja yang ditindak, namun pengusaha besar atau penampung yang ilegal juga ikut ditindak.

“Hukum itu, tidak tajam ke bawah namun ke atas juga,” tegasnya. (BR)