Sepanjang Januari – September, 109 Kasus DBD Terjadi di Singkawang

oleh
Ilustrasi - DBD

SINGKAWANG –  Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Kalimantan Barat, Djoko Suratmiarjo mengatakan, dari Januari sampai dengan 13 September 2017, tercatat sebanyak 109 kasus DBD. Dimana meninggal dunia sebanyak 5 orang.

Berbagai upaya pun telah dilakukan guna menanggulangi penyakit musiman tersebut. Diantaranya, menggalakkan fogging (pengasapan) di lima Kecamatan yang ada di Kota Singkawang.

Bahkan, pihaknya juga telah melakukan fogging di RT 13 dan RT 07, Kelurahan Kampung Jawa (belakang SDN 17 Singkawang Tengah).

Disamping itu, pihaknya telah menggalakkan abatisasi ke rumah-rumah warga dan sekolah khususnya kepada wilayah yang memang rawan dengan penyebaran penyakit Demam Berdarah.

Alasan pihaknya menggalakkan abatisasi di sekolah, karena berdasarkan analisis data dari tiga tahun terakhir, bahwa kasus demam berdarah penderitanya adalah rata-rata anak-anak sekolah.

“Maka itulah sekolah juga tak luput dari pemberian bubuk abati tersebut,” jelasnya.

Disamping melakukan upaya-upaya penanggulangan penyebaran DBD, dia juga mengharapkan peran serta dari masyarakat Singkawang untuk menerapkan gerakan 3M guna memberantas jentik-jentik nyamuk di tempat penampungan air.

Hal itu diingatkan dia, sepanjang masih ada jentik-jentik di tempat penampungan air, maka DBD akan masih beresiko tinggi bagi masyarakat.

“Kita harapkan peran lurah, RT, dan masyarakat untuk selalu menggalakkan gerakan 3M. Terlebih memasuki musim penghujan saat ini,” pintanya.  (Jarwok)