Puluhan Warga Cegat Truk Pembawa Kayu Diduga Ilegal

oleh
Truk yang bermuatan diduga kayu ilegal yang diamankan warga

KUBU RAYA –  Puluhan warga Desa Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (14/09/17) mencegat sebuah mobil truk bernomor Polisi T 8721 N yang membawa ratusan batang kayu belian tidak memiliki dokumen lengkap.

Aksi spontan puluhan warga ini cukup menarik perhatian penguna jalan yang sedang melintas. Pencegatan yang dilakukan warga tersebut berdasarkan adanya laporan warga lainnya yang menyatakan bahwa ada sebuah mobil truk bernopol T 8721 N yang diduga membawa kayu belian olahan tanpa dukumen menuju kearah Kota Pontianak. Mendapat info tersebut, puluhan warga telah menunggu dipinggir jalan  untuk mencegat mobil truk bernopol dimaksud.

“Aksi pencegatan spontan ini sengaja kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada bos-bos kayu yang masih merajalela mengangkut kayu-kayu yang diduga berasal dari penebangan tanpa izin serta tanpa dokumen lengkap. Selain itu, kita ingin memberikan teguran moral kepada pihak berwajib terkait dengan masih banyaknya aktifitas penebangan kayu yang saat ini masih berjalan,” ungkap Bustamin, yang merupakan perwakilan warga Desa Ambawang tersebut.

Ratusan batang kayu- belian olahan yang dibawa dari daerah Sandai, Kabupaten Ketapang tersebut, rencananya akan dibawa ke salah satu perusahaan yang telah memesannya.

Menurut pengakuan Arifin, Sopir truk, ratusan batang kayu belian olahan itu dibawanya dari Sandai dengan dokumen lengkap.

“Setau saya, kayu-kayu yang saya bawa ini dari Sandai. Dokumennnya ada, tapi untuk detailnya saya tidak tahu, karena tugas saya hanya mengangkutnya saja menuju ke tempat pemesan,” ujar Arifin.

Saat ini ratusan batang kayu belian olahan itu langsung digiring warga ke Mapolda Kalbar guna ditindak lanjuti.

“Setelah kita lihat bersama dokumennya di Polda, dokumen yang dibawa itu hanya dokumen minyak bukan dokumen kayu. Parahnya lagi, dokumen yang dibawa itupun sudah kadaluarsa,” pungkas Bustamin.

Hingga berita dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait hal ini, karena belum diperiksa. (Fsl)