Proyek Dua Tempat Wisata di Kotabaru Telan Anggaran Rp12 Miliar

oleh
Kawasan Siring Laut Kotabaru yang masih belum rampung pengerjaanya

KOTABARU – Dengan perencanaan matang untuk pembenahan dan pengembangan dua lokasi destinasi wisata di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, proyek kawasan Siring Laut dan pantai Sarang Tiung yang merupakan ikon wisata sudah mulai dikerjakan.

Pada tahap awal, proyek ini direncanakan menelan anggaran sebesar Rp12 miliar dengan pembagian untuk Siring Laut sebesar Rp7 miliar dan Sarang Tiung sebesar Rp5 miliar.

Disamping itu, beberapa tahun sebelumnya, khusus Siring Laut dikerjakan oleh PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), namun terhenti hingga akhirnya proyek tersebut dihibahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk bisa dilanjutkan.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kotabaru, Khairian Anshari mengatakan, salah satu visi dan misi Bupati Kotabaru adalah pengembangan sektor pariwisata, sehingga pada tahun 2017 ini, ada 3 lokasi yang harus diperhatikan yakni area Siring Laut, pantai Sarang Tiung dan kawasan ekowisata hutan Meranti yang berada di Desa Sebelimbingan dan dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru.

“Untuk anggaran yang sudah disetujui DPRD sebesar Rp12 miliar dikhususkan untuk pembenahan lokasi wisata Siring Laut dan Sarang Tiung,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (14/09/17).

Saat ini, proyeknya sudah mulai dikerjakan dan daerah Siring Laut sendiri akan dilaksanakan pengecoran lantai beton pada bagian kiri. Sementara, pada kawasan pantai tahun ini mulai dibuatkan rest area dan sarana pendukung lainnya sebagai tahap awal.

“Mudah-mudahan saja akan sesuai dengan target awal pada tahun 2019. Yang jelas jika terlambat maka tahun 2020 harus sudah selesai,” tambahnya.

Disamping itu, pihaknya juga mempersiapkan Kerangka Acuan Kerja (KAK) dalam rangka multi years tahun jamak pembangunan Siring Laut dan pantai Sarang Tiung. Karena pada tahun 2018 mendatang, sudah memakai sistem multi years, apalagi berbagai dokumen pelengkapnya sudah diserahkan.

“Untuk multi years sendiri, leding sektornya ada di Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), kalau kami hanya dari tim pengusul dan sudah memberikan semua dokumen sebagai persyaratannya. Namun memang, perlu kita sadari semua itu tergantung dari persetujuan DPRD,” terangnya.

Kabupaten Kotabaru sendiri mempunyai banyak destinasi andalan. Tetapi sebagaimana yang tertuang di dalam dokumen RPJMD Kotabaru, ada 5 destinasi yang menjadi perhatian yaitu, Siring Laut dan Sarang Tiung, wisata Pulau Samber Gelap yang berada di Kecamatan Pulau Sebuku, ekowisata hutan Meranti dan air terjun Tumpang Dua, wilayah Tanjung Kunyit dan terakhir adalah wisata pulau-pulau kecil yang tentunya juga sangat bagus untuk dikembangkan kedepannya.

Sementara salah seorang warga, berharap, proyek ini dapat dilaksanakan dengan baik dan tanpa masalah, sehingga kemajuan pembangunan di daerah utamanya Siring Laut dapat menjadi ikon.

“Kita sebagai masyarakat tentunya akan mendukung, selama untuk kemajuan daerah,” harapnya. (Yhoz)