Kapolda Kalbar Minta Masyarakat Bijak Gunakan Media Sosial

oleh
Kapolda Kalbar saat melakukan kunjungan kerja di Mapolres Sekadau

SEKADAU –  Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Irjen Pol Erwin Triwanto menekankan, menjelang tahun politik pihaknya terus waspada, salah satunya dalam menyikapi media sosial. Sehingga, jangan sampai momentum tersebut digunakan untuk memprovokasi.

“Kami juga sudah membentuk tim cyber, untuk mengidentifikasi informasi-informasi yang bisa memicu instabilitas,” ujar Kapolda Kalbar, dalam kunjungannya ke Mapolres Sekadau, Kamis (14/09/17).

Ia mengatakan, dalam mengelola media tentunya harus bijak dan profesional. Sehingga, informasi yang disampaikan kepada masyarakat bertujuan mencerdaskan bukan lantas menyesatkan.

“Sebagai contoh beberapa waktu lalu saat kejadian di Pontianak, di media sosial dengan fakta di lapangan, sangat berbeda jauh. Ada yang ingin menciptakan situasi tidak kondusif, dengan mengupload di media sosial yang bukan kejadian sebenarnya,” jelas Kapolda.

Kondisi tersebut tentunya akan membuat keresahan ditengah masyarakat. Untuk itu, Erwin berharap, kedepan polisi bersama masyarakat dapat mengelola media sosial secara bijak.

“Terutama jangan men-share informasi yang belum jelas kebenarannya, bisa jadi isinya provokasi, saling menghujat. Kami berharap masyarakat bijak menggunakan media sosial dan masalah ini jangan dianggap kecil,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Sekadau, AKBP Yury Nurhidayat meminta masyarakat agar tidak terprovokasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Yury mengungkapkan, 2016 lalu pihaknya telah menangani kasus berkenaan dengan tindak pidana dibidang IT.

“Ini menjadi pembelajaran, agar menggunakan media sosial dengan bijak dan cerdas. Jangan menelan mentah-mentah informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata dia.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan Kabupaten Sekadau yang aman dan tertib. Yury mengatakan, untuk menciptakan situasi yang aman dan tertib tentunya perlu kerjasama semua pihak.

“Kemajuan informasi dan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik, bukan sebaliknya. Bukan untuk menyebarkan hoax atau ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. (Yahya)