BNNK Balangan Rehabilitasi 66 Pecandu Narkoba

oleh

BALANGAN – Tingkat penyalahgunaan terhadap obat daftar G jenis Carnophen atau yang lebih familiar dengan sebutan Zenith masih saja jadi pekerjaan rumah instansi terkait dalam penanggulangannya.

Seperti halnya dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Balangan, berbagai upaya terus diupayakan instansi ini untuk memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba dan obat terlarang di kabupaten Balangan.

Dalam press release yang digelar BNNK Balangan beberapa waktu lalu, pihak BNNK Balangan selama bulan Agustus sudah beberapa kali melakukan sosialisasi dan pelatihan terhadap beberapa target prnyampaian program BNNK Balangan seperti pelajar, guru, dan beberapa elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga, pihak BNNK Balangan melalui Kasi Rehabilitasi Ida Yayuk menyampaikan, pihaknya hingga Agustus ini sudah merehabilitasi 67 orang penyalahgunaan narkoba termasuk di dalamnya penyalahgunaan obat daftar G seperti Carnophen.

‚ÄúDari 67 orang itu ada 44 orang rawat jalan, rawat inap ada 8 orang, 2 orang di Baddoka Makasar dan 6 orang di RSJ Sambang Lihum Banjarmasin. Sedangkan yang dirujuk ke beberapa RS atau Poskes lain ada sekitar 15 orang,” jelasnya.

Disebutkannya juga, pihaknya yang juga menyuplai beberapa kabupaten ini juga menangani beberapa orang penyalahgunaan dari kabupaten tetangga seperti Tabalong, HSU, HST, dan HSS.

“Dari Tabalong ada 5 orang, dari HSU 2 orang, HST 2 orang, HSS 1 orang. Sedangkan dari Balangan sendiri terbanyak ada sekitar 57 orang,” ungkapnya.

Dari periode Juli Agustus 2017 ini, lanjut Yayuk, pihaknya mencatat sudah ada 11 orang yang sudah melalui masa rehabilitasi, dan saat ini ke-11 orang ini memasuki program pasca rehabilitasi.

Sementara itu Kepala BNNK Balangan AKBP Abd Muthalib mengatakan, dalam bulan Agustus ini, pihaknya dibidang pembrantasan belum ada melakukan pembrantasan terhadap pelaku-pelaku peredaran barang haram seperti narkoba, namun dalam beberapa kasus yang sudah masuk ke pihaknya masih dalam proses mendalam.

“Kita terus berusaha menghentikan ruang gerak apapun jenis barang haram yang bisa merusak kehidupan masyarakat Balangan, kalau memang ada menemukan indikasi peredaran gelap narkoba atau obat terlarang laporkan saja kepada pihaknya atau pihak berwajib lainnya agar daerah kita terbebas dari narkoba,” pungkasnya. (sugianoor)