133 Rumah Relokasi Banjir Dibangun di Desa Tumbang Lampahung

oleh
Bupati Gumas, Arton S Dohong saat meletakan batu pertama pada pembangunan rumah baru untuk warga Desa Tumbang Lampahung, Kamis (14/09/17)

KUALA KURUN –  Peletakan batu pertama relokasi daerah rawan bencana banjir untuk 133 rumah warga, dilaksanakan di Desa Tumbang Lampahung, Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah, Kamis (14/09/17). Kegiatan ini dihadiri ratusan warga Desa Tumbang Lampahung dan Kades se-Kecamatan Kurun.

Bupati Gumas, Arton S Dohong mengatakan, dengan pembangunan rumah baru ini, warga sekitar tidak mengalami bencana banjir.

Dalam sambutannya, Bupati Gumas mengingatkan warga Desa Tumbang Lampahung yang mendapatkan bantuan relokasi Rp20 juta dari Kemensos RI, dapat mempergunakan dana itu dengan baik dan bertanggung jawab. Karena bantuan itu merupakan perhatian pemerintah.

“Penyaluran Rp20 juta itu melalui rekening, untuk memastikan dana tepat sasaran dengan bukti-bukti penggunaannya yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Bantuan dana dari Kemensos itu, lanjut dia, tidak cuma-cuma, namun dipergunakan dengan baik untuk membeli bahan bangunan rumah yang akan dibangun.

“Rumah yang akan dibangunpun bukan rumah kayu, tetapi rumah beton,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis Sosial Kabupaten Gumas, Budhy dalam sambutannya menyatakan, bantuan Rp20 juta itu diperuntukkan untuk membeli bahan bangunan dengan ada pendamping yang bertugas membantu warga dalam pencairan dan mengawasi penggunaan dana pencairannya dalam dua tahap.

“Setiap bukti pembelian bahan bangunan rumah, harus ada bukti kwitansi NCR-nya atau bukti pembelian dari toko,” ujar Budhy.

Hansli Gonak, selaku Camat Kurun berterimakasih atas perhatian Kemenkes RI atas bantuan yang diberikan kepada warga Tumbang Lampahung, Pemkab Gumas melalui Dinsos.

Dia berharap, dana relokasi dari Pemkab Gumas dapat teranggarkan pada anggaran 2018, sehingga rumah wargapun bisa selesai sesuai yang diharapkan.

“Mohon juga diperhatikan, karena desa Tumbang Lampahung ini masih belum teraliri listrik dan masih ada lagi 4 desa di Kecamatan Kurun yang perlu direlokasi karena langganan banjir,” pungkasnya. (Ola)