Traffic Light Tak Berfungsi, Polisi Militer Turun Tangan Atur Lalu Lintas.

oleh
Petugas Dari Subdenpom XII/1-4 Sanggau Terlihat Mengatur Arus Lalu Lintas Dipagi Hari

SANGGAU –  Ada pemandangan agak miris terlihat di simpang empat Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Ilir Kota, Kabupaten Sanggau, Kalimatan Barat pada Rabu (13/09/17) pagi. Pasalnya, lampu jalan atau Traffic light terlihat tidak berfungsi alias rusak. Kerusakan terjadi sejak sebulan lalu. Akibatnya, kemacetan sering terjadi di area itu, khususnya dipagi hari.

Merasa tidak nyaman atas kemacetan di pagi hari, tiga anggota Polisi Militer dari Subdenpom XII/1-4 Sanggau turun tangan mengatur arus lalu lintas yang terlihat semerawut akibat tidak berfungsinya traffic light.

Menurut warga, kerusakan traffic light terjadi sejak sebulan lalu.

“Sudah lama rusaknya, sekitar sebulanlah,” kata Teteh warga sekitar kepada wartawan, Rabu (13/9).

Teteh menceritakan, sejak mengalami kerusakan, area simpang empat jalan Ahmad Yani tersebut memang sering mengalami kemacetan lalu lintas.

“Kalau pagi pas pelajar turun sekolah ditambah pegawai turun kantor, pasti macet, belum lagi truck besar lewat karena mereka biasanya ke hulu jam 5 pagi,” cerita Teteh yang bekerja tidak jauh dari lokasi simpang empat tersebut.

Teteh berharap, Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait segera melakukan perbaikan mengingat letak traffic light berada dipusat kota yang memiliki arus lalu lintas terpadat.

Ditemui dikantornya, Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sanggau, Lasito membenarkan kerusakan traffic light tersebut.

“Iya, cuma satu itu yang rusak,” katanya.

Ia menjelaskan berdasarkan pasal 5 ayat 4 Peraturan Dirjen Perhubungan Darat nomor SK.7324/AJ.401/DRJD/2013 menyebutkan bahwa syarat traffic light lalu lintas memiliki umur tehnis lima tahun. Sementara traffic light yang ada usianya sudah mencapai delapan tahun.

“Inipun karena kita rutin melakukan perawatan sehingga traffic light di simpang empat iti mampu bertahan hingga delapan tahun,” kilahnya.

“Yang rusak itu lampu yang putus. Dan harganya cukup mahal dan cuma dijual di Jakarta,” tambahnya.

Dia menduga salah satu pemicu kerusakan traffic light disebabkan sering matinya lisrik. Hal itu mengingat traffic light tidak memiliki UPS.

“Cuaca juga pengaruh, kalau hujan lebat air bisa merembes ke dalam sehingga berkarat dan memicu konslet,” ujarnya.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan BAPPEDA untuk menganggarkan traffic light baru.

“Rencananya dianggaran perubahan, kita sudah koordinasi dengan BAPPEDA supaya dianggarkan,” tuturnya. (Indra)