Penyelesaian Lahan Masyarakat Dengan PT AGU Temui Jalan Buntu

oleh
Managemen Perusahaan sawit PT.AGU saat bersama warga melakukan pertemuan

MUARA TEWEH – Pertemuan antara warga masyarakat Kecamatan Gunung Timang dengan perwakilan tujuh Desa seperti Malungai, Rarawa, Walur, Katapang, Baliti, Majangkan dan Kandui,  bersama pihak perusahaan sawit PT Antang Ganda Utama (AGU) belum mencapai kata sepakat.

Selain warga Desa tersebut, mereka juga didampingi Demang Kepala Adat Wilayah Kecamatan Gunung Timang, belasan Ketua dan anggota Gerdayak (GPDI-BU) juga Pengurus FKKTDM-KT Provinsi Kalteng Drs Dagut Herman Djunas, Dewan Pembina H. Sabran Ahmad, (Tim Advokasi Dayak Misik Kotim, Sabran Usin.

Selain Tim FKKTDM-KT, Barut juga Tim koordinator Daya Misik Kecamatan Gunung Timang BPK  ArasmanJaya  Tiga orang DAD Kabupaten Barito Utara turut hadir dalam rapat tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Forum Koordinasi Kelompok tani  “DAYAK MISIK” Kalimantan Tengah menyarankan agar sebaiknya Pihak PT. AGU menyerahkan kembali tanah masyarakat adat wilayah Kecamatan gunung Timang. Selain itu, warga juga minta di sepakati baik bagi hasil ataupun sewa tanah karena pada statusnya tanah milik masyarakat adat.

Sementara itu Social sekurity legal dan license manager PT. AGU, Sulistiono kepada b-onetv, Rabu (13/09/17) petang mengatakan, perusahaan dalam melakukan kegiatan tentu saja berdasarkan koridor hukum terutama batas wilayah HGU.

Menurutnya, atas dasar itu maka perusahaan dapat melakukan kegiatan. Bila ada masyarakat mengklaim  lahan, maka ini juga harus ditunjukan dengan pembuktian keabsahan surat tanah.Karena perusahaan dalam mendirikan perkebuan memiliki legalitas, baik sertifikat Hak Guna Usaha dan ijin lainnya.

Namun, perusahaan juga tidak menutup mata dengan masyarakat sekitar dan siap melakukan penyelesaian agar masalah dituntaskan dan saling menguntungkan. Oleh karena itu, perusahaan juga siap melakukan pertemuan, tapi harus melibatkan pemerintah daerah.

“Kita minta pemkab turun tangan guna penyelesaian ini. Dan kita sudah sampaikan dalam pertemuan ini dengan warga dan mereka diminta menyurati pemkab,” tuturnya. (Bani)