MoU Rumkit di Palangkaraya dengan Dinas Perumahan Terkait Masalah Sampah

oleh
Penandatanganan Kerjasama antara pihak rumah sakit di Palangkaraya dan Dinas terkait dalam hal penanganan sampah/tv

PALANGKARAYA – Biasanya dalam sehari RS Doris Sylvanus Palangka Raya menghasilkan produksi sampah non medis sebanyak dua pikap. Pasalnya tercatat setiap hari, sekitar 4 ribu orang yang melintas di kawasan ini.

Untuk lebih maksimal menangani keberadaan sampah tersebut, pihak RS menggandeng instansi terkait dapat membantu pengelolaan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan menjalin kerjasama, yang dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua belah pihak, di Halaman RS Doris Sylvanus Palangka Raya, Selasa (12/9/17).

“Ternyata ada yang lebih rumit yang tak bisa kami tangani dengan baik yaitu limbah sampah non medis. Dalam sehari sekian truk yang harus dikelola, untuk itu saya berterima kasih kepada instansi terkait yang mau membantu kami mengatasi sampah ini, ” kata Direktur RS Doris Sylvanus Palangka Raya, dr Rian Tangkudung.

Kedepan dirinya berharap RS yang dipimpinnya ini, semakin hari dapat membenahi kekurangan yang ada di RS. Terlebih lagi dengan adanya Nuryakin, Ketua Dewan Pengawas yang baru.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Palangka Raya Rojikinnor, mengatakan, dengan semakin meningkatnya pelayanan yang diberikan pihak RS, tak bisa dihindari produksi sampah juga akan bertambah.

“Untuk penanganan sampah di RS memang perlu penanganan secara khusus, dengan menyediakan armada di jam-jam tertentu jika memang dibutuhkan, kita akan mengangkut sampah dari RS langsung ke TPA. Saya apresiasi dengan terobosan yang dilakukan RS,” ujar Rojikinnor.

Kemudian lanjut Rojikin, sampah non medis yang diangkut tersebut, sewaktu di TPA akan dilakukan proses pemilahan, sampah yang bisa didaur ulang.

Tak dipungkirinya, tak hanya di RS saja, produksi sampah non medis yang meningkat, tetapi juga secara umum terjadi di Kota Palangka Raya, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Kendati untuk menangani keberadaan sampah ini, telah dibentuk tim serbu sampah, tetapi tetap saja masih belum bisa mengatasinya. Untuk itulah, salah satu upaya yang akan dilakukan, yakni dengan adanya mobil patroli sampah keliling, sehingga secara otomatis akan ada penambahan petugas dan mobil pengangkut sampah.(tv)