Malaysia Deportasi 104 TKI Dari Perbatasan Entikong

oleh
Para TKI yang dideportasi oleh Malaysia

PONTIANAK –  Pemerintah Malaysia kembali melakukan deportasi terhadap 104 WNI/TKI melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong Senin (11/09/17) sekitar pukul 08.30 WIB, para deportan tiba di PLBN Entikong.

Kedatangan para deportan dari Imigrasi Bekenu, Sarawak, Malaysia ini didampingi langsung Konsul Jenderal RI di Kuching, Jahar Gultom.

Menurut Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak As Syafii, S.IP, Penanganan deportasi di PLBN Entikong kali ini sangat berbeda dengan penanganan – penanganan deportasi sebelumnya yang dilakukan oleh pemerintah khususnya BP3TKI Pontianak.

“Karena penanganan deportasi saat ini mendapat program baru yaitu berupa Pembekalan TKI Deportasi,” ujarnya Rabu (13/09/17).

Setelah dilakukan pendataan dan sosialiasi awal tentang pembekalan TKI deportasi oleh Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Entikong, para TKI kemudian diarahkan ke lokasi Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) Penempatan dan Perlindungan TKI yang berlokasi di ULKI Entikong dengan menggunakan truk dalmas Polsek Entikong.

Terkait perubahan penanganan deportasi TKI di PLBN Entikong, Kasi Penyiapan Penempatan BP3TKI Pontianak, As Syafii, mulai tahun ini, sebagai bagian dari Program Poros Perbatasan di LTSP P2TKI di Entikong semua TKI yang dideportasi nantinya wajib mengikuti Pembekalan TKI Deportasi selama 3 hari dimana TKI akan diberikan beberapa materi.

“Diantaranya motivasi oleh motivator LSM Anak Bangsa, trauma healing oleh psikolog, bela negara oleh Koramil Entikong dan Polsek Entikong, peluang kerja dan kewirausahaan oleh Disperindagkop Kabupaten Sanggau serta penempatan dan perlindungan TKI dari BP3TKI Pontianak,” paparnya.

Setelah proses pembekalan selesai, para TKI nantinya akan diberi pilihan apakah akan pulang ke daerah asalnya atau ditempatkan kembali ke perusahaan yang ada di Kalimantan Barat.

Program ini kata dia, akan berjalan terus menerus seiring keberadaan LTSP TKI yang direncanakan akan segera dilaunching bulan ini,” imbuhnya.

Pendataan dan screening yang dilakukan oleh P4TKI Entikong dan Polsek Entikong diperoleh data bahwa para TKI yang dideportasi sejumlah 104 orang ini berjenis kelamin laki-laki sebanyak 76 orang dan perempuan 28 orang. Para TKI berasal dari Kalimantan Barat 45 orang, Sulawesi Selatan 14 orang, Nusa Tenggara Barat 11 orang, Jawa Tengah 10 orang, Jawa Barat 8 orang, Jawa Timur 7 orang, NTT 7 orang, Lampung dan Banten masing-masing 1 orang.

Satu orang TKI yang mengalami sakit dirujuk ke rumah sakit, sehingga yang ikut pembekalan sekitar 103 orang.

“Mereka ini rata rata bermasalah karena tidak memiliki paspor, cap paspor mati, tidak memiliki visa/ijin kerja dan ijin kerja mati,” imbuhnya.

Mereka juga sudah menjalani hukuman penjara 2 – 6 bulan di Malaysia baru kemudian dideportasi ke Indonesia lewat PLBN Entikong ini. Mereka juga sekitar pukul 10.00 wib kemarin, para TKI deportasi sudah diberangkatkan ke Dinas Sosial Propinsi Kalimantan Barat untuk selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing. (Andi)