Hakim dan PNS di PN Sanggau Lakukan Tes Urin

oleh
Para Hakim, Pegawai dan Staf Saat Menjalani Pemeriksaan Urin

SANGGAU – Guna mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan penegak hukum, khususnya di Pengadilan Negeri Sanggau, pihak Pengadilan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau menyelenggarakan tes urin mendadak, Selasa (12/09/17). Tes tersebut diikuti seluruh hakim, pegawai dan staf.

“Hasil tes, akan dikirimkan ke Mahkamah Agung Republik Indonesia sebagai laporan dan pertanggungjawaban,” ungkap Wakil Ketua PN Sanggau, I Ketut Somanasa ditemui wartawan usai mengikuti tes urin.

Somansa menegaskan, tes urine dilakukan secara mendadak untuk memastikan jika para hakim, pegawai dan juga staf di PN Sanggau, terbebas dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

“Hasl tes urin, akan kami laporkan ke pusat, karena sudah menjadi tanggung jawab kami di PN Sanggau sebagaimana arahan dari Dirjen Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia menegaskan, jika dalam tes urine nantinya ada hakim, pegawai maupun staf yang positif mengkonsumsi narkotika, maka tindakan berupa sanksi akan langsung diserahkan kepada pusat.

“Sanksinya nanti langsung dari pusat, kalau ada yang positif,” ujarnya.

Kepala BNNK Sanggau, AKBP Ngatiya mengakui, dirinya diminta pimpinan PN Sanggau untuk melakukan tes urine kepada hakim, pegawai dan stafnya.

“Iya, memang benar kami diminta oleh pihak PN Sanggau untuk melakukan tes urine secara mendadak,” jelasnya.

Untuk itu, Ngatiya mengingatkan, narkotika lebih dari sekedar racun. Dimana konsekuensinya adalah sakit dan meninggal, tetapi kalau narkotika semuanya habis tanpa sisa. Fakta ini sudah sangat jelas terlihat di kalangan mereka yang terjerat barang haram ini.

Dia juga mengaku prihatin terhadap pengetahuan dan pemahaman terhadap narkotika di Kabupaten Sanggau, yang menurutnya terbilang masih sangat rendah.

“Karenanya mesti harus terus diberikan penyuluhan agar dapat dipahami secara utuh,” pungkasnya. (Indra)