Diduga Dianiaya 20 Orang, Guru SMPN 2 Siantan Meninggal Dunia

oleh
Korban saat dibacakan doa oleh anggota keluarganya

PONTIANAK –  Setelah dirawat selama 12 hari hari di Rumah Sakit Antonius Pontianak, Kalimantan Barat, Adrianus Amit (47) salah seorang guru SMP N 2 Siantan, Kabupaten Mempawah, meninggal dunia pada Selasa dini hari, (13/09/17).

Korban meninggal dunia diduga karena diculik dan dianiaya lebih dari 20 orang yang mendatangi rumahnya di Jalan Khatulistiwa, Gang Teluk Air, Kelurahan Siantan Hilir Pontianak  pada 2 September 2017.

“Kebetulan saat itu saya tidak ada di rumah. Bapak (korban, red) hanya berdua bersama si bungsu (anaknya, red). Anak saya mendengar bunyi kekerasan yang terjadi, kemudian anak saya mencoba keluar kamar, namun dihadang salah satu pelaku,” ungkap Istri Korban, Endah Widayati saat diwawancarai awak media di depan ruang otopsi RSUD dr Soedarso, Selasa (13/09/17) siang.

Selama 12 hari saat perawatan di rumah sakit, kata dia, korban sama sekali tidak sadarkan diri. Sehingga, kasus ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Proses hukum tetap berjalan, saya minta pelaku harus dihukum dengan seadil-adilnya,” pinta endah.

Istri korban mengatakan, sehari-hari korban adalah seorang tenaga pengajar di SMP Negeri 2 Siantan. Selain kesibukan mengajar, korban juga sebagai anggota salah satu koperasi sawit di Kota Pontianak.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Carlos Penadur mengatakan, pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas.

“Sampai hari ini sudah ada empat tersangka yang ditahan pihak kepolisian,” ucapnya.

Namun sampai saat ini, pihak kepolisian masih belum memberikan keterangan resmi terhadap kasus yang menghilangkan nyawa ayah dari tiga anak ini.

Setelah diotopsi, Jenazah korban langsung dibawa ke Kota Salatiga Jawa Tengah yang merupakan kampung halaman istrinya sore tadi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian setempat. (Andi)