Banjir di Sanggau Tidak Rusak Padi Petani

oleh
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H. John Hendri

SANGGAU –  Banjir yang terjadi di beberapa Kecamatan di Sanggau ternyata tidak berdampak pada komoditas pertanian, termasuk padi. Mengingat curah hujan yang terjadi masih dalam ambang batas wajar.

“Alhamdulillah, hujan yang terjadi sekarang masih aman dan masih dalam ambang batas wajar. Sampai hari ini belum ada laporan yang menyatakan adanya tanaman padi rusak,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perikanan (Dishangpang Hortikan) Kabupaten Sanggau, H. John Hendri kepada wartawan, Selasa (12/09/17).

Menurut John, saat ini sudah memasuki tanaman kedua atau musim gadu, yang masa tanamnya dimulai bulan April hingga Sebtember 2017.

“Ada sekitar 36 ribu hektar yang sudah tertanam. Artinya sudah ada petani yang panen dan juga masih ada yang nanam. Target kita untuk satu kali musim tanam ini dari bulan April hingga September 2017 nanti, itu paling tidak 50 ribu kita harus menanam,” harapnya.

Ia mengaku bersyukur, curah hujan yang cukup tinggi pada awal Sebtember tidak sampai merusak tanaman padi milik petani.

“Memang ada beberapa Desa yang kebanjiran, tapi tidak berlangsung lama, dan tidak merusak tanaman padi,” ujarnya.

Untuk itu, Ia mengingatkan kepada petani untuk merawat sawahnya dengan baik. Jika menemukam kendala di lapangan, Ia berharap petani segera melapor kepada penyuluh dan mantri tani yang telah disiapkan pemerintah.

“Segera sampaikan kalau ada masalah, jangan ragu untuk berkoordinasi karena mereka (penyuluh) itukan memang tugasnya membantu petani,”  tuturnya. (Indra)