Kubu Raya Siaga Bencana ‘Batingsor’

oleh
Ilustrasi

Kubu Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kubu Raya, telah menentapkan status siaga tanggap darurat terhadap bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor sejak awal September lalu.

Penetapan status siaga tanggap darurat Batingsor tersebut merupakan langkah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya, dalam mengantisipasi bencana sering terjadi di Kabupaten Kubu Raya saat ini.

Penetapan Status siaga tanggap darurat melalui Peraturan Bupati Kubu Raya ini berdasarkan pada seringnya terjadi bencana alam di Kabupaten Kubu Raya, khususnya bencana banjir dan angin puting beliung.

“Sejak seminggu terakhir ini Kabupaten Kubu Raya dan sekitarnya telah diguyur hujan yang cukup panjang, sehingga berpotensi terjadinya banjir dan angin puting beliung, dalam mengantisipasi hal itu, kita sudah melakukan langkah-langkah konkrit, yang salah satunya dengan menetapkan Status siaga tanggap darurat bencana di Kabupaten Kubu Raya ini,” ujar Mochtar di Sungai Raya, Selasa (12/09/17).

Dengan ditetapkannya status siaga Batingsor di Kubu Raya saat ini, Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah, akan terus melakukan koordinasi dengan Instansi-Instansi terkait dalam pencegahan bencana yang ada.

“Kita akan tetap berkoordinasi dengan Instansi terkait yang ada, untuk bersama-sama berkomitmen dalam melakukan pencegahan serta hal lainnya yang terkait dengan bencana yang ada di Kubu Raya ini,”  pinta Mochtar.

Menurut Mochtar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kubu Raya bahwa, keberadaan Kabupaten Kubu Raya yang dilalui dua sungai besar, yaitu sungai Landak dan sungai Kapuas ini membuat Kubu Raya memiliki potensi cukup besar terjadinya bencana, baik banjir, angin puting beliung serta juga bencana tanah longsor.

Saat ini menurut Mochtar bahwa pihaknya juga telah melakukan pemantauan dan juga mengaktifkan para relawan tanggap bencana yang telah di bentuk sebelumnya, yang mana para relawan tersebut akan berperan melakukan pemantauan di desa-desa masing-masing, jika terjadi bencana maka para relawan akan langsung melaporkan kejadian itu ke BPBD Kabupaten.

“Para relawan akan kita tempatkan di desa mereka masing-masing, sehingga kalau terjadi bencana para relawan itu bisa langsung melaporkannya ke BPBD,” pungkas Mochtar. (fsl)