Jumlah Dukungan Independen Minimal 10 Persen dari DPT Pilgub

oleh
Komisioner KPU Kota Palangka Raya, Wawan Wiraatmadja/tv

PALANGKARAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya pada 10 September lalu, telah mengeluarkan keputusan tentang persyaratan pencalonan bagi pasangan calon calon pada Pemilihan Wali kota dan Wakil Wali kota Palangka Raya 2018.

“Jumlah dukungan bagi pasangan calon perseorangan harus memperoleh dukungan paling sedikit 10 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng tahun 2015,” kata Komisioner KPU Kota Palangka Raya, Wawan Wiraatmadja, Selasa (12/9/17).

Dijelaskannya, jumlah DPT pada Pilgub sebanyak 196.996 atau sama dengan 196.996 x 10/100=19.699,6 yang selanjutnya dibulatkan menjadi 19.700 jumlah dukungan.

Kata dia, jumlah dukungan harus tersebar dilebih dari 50 persen jumlah Kecamatan atau sama dengan paling sedikit tersebar  di tiga dari lima kecamatan yang ada di Kota Palangka Raya.

Sedangkan penduduk yang dapat memberikan dukungan pada bakal pasangan calon perseorangan yaitu penduduk yang memenuhi syarat sebagai pemilih yang berdomisili di Kota
Palangka Raya.

Yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau surat keterangan yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya. Tetapi dukungan pendukung, hanya dapat diberikan kepada satu pasangan calon perseorangan.

Adapun rekapitulasi DPT Pilgub dan wagub tahun 2015 di tngkat Kota Palangka Raya sebagai dasar perhitungan jumlah minimum dukungan persyaratan pasangan calon perseorangan pada Pilwakot 2018.

Kecamatan Bukit Batu, jumlah kelurahan 7 dan jumlah pemilih sebanyak 9.121. Jekan Raya, 4 kelurahan dan 104.192 pemilih. Pahandut, 6 kelurahan dan jumlah pemilih 66.865. Rakumpit, 7 kelurahan dan 2.927 pemilih serta Sabangau, jumlah kelurahan dengan jumlah pemilih 196.996. (tv)