Puluhan Pelajar SMAN 1 Dusel Ikuti Pelatihan Jurnalistik

oleh
Para pelajar usai mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik

BARITO SELATAN –  Sebanyak 30 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) satu, Dusun Selatan (Dusel), mengikuti pelatihan jurnalistik bertajuk ‘back to school’ yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Barito Selatan (Barsel), Senin (11/09/17).

Ketua PWI Barsel, Kalimantan Selatan, Muhammad Hamdan mengatakan, kegiatan ini merupakan program kerja PWI untuk memasyarakatkan kegiatan jurnalis, serta memberikan pelajaran bagaimana menjadi seoarang wartawan.

“Kita melaksanakan kegiatan ini, agar pelajar bisa mengetahui bagaimana cara kerja menjadi wartawan. Serta paling tidak agar mereka bisa menulis madding sekolah,” kata Hamdan kepada sejumlah wartawan, di Sekretariat PWI Barsel.

Dijelaskannya, tulisan wartawan berbeda dengan cuitan-cuitan oknum-oknum di Media Sosial (Medsos). Perbedaan itu adalah, tulisan wartawan akan terbit di media cetak, televisi, radio dan media online.

“Jadi, tulisan wartawan bisa dipertanggungjawabkan, sementara tulisan di Medsos belum tentu kebenarannya, serta tidak ada yang bisa mempertanggungjawabkannya,” tegas Hamdan.

Ia pun meminta kepada para pelajar, untuk lebih hati-hati dalam mempercayakan kabar atau berita dari Medsos, karena saat ini sedang marak berita-berita hoax.

“Setiap melihat berita atau tulisan di Medsos, periksa dulu kebenarannya, jangan langsung percaya,” ucap Hamdan.

Ditempat yang sama, kepala SMAN 1 Dusun Selatan, Heri Purwanto menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan PWI Barsel ini.

“Intinya kita bersyukur, sebab para pelajar mendapatkan tambahan ilmu khususnya di bidang jurnalistik,” ucap Heri.

Pelatihan ini, lanjut dia, bisa menambah pengalaman bagi siswa dan siswi di luar pelajaran sekolah. Untuk itu, dirinya meminta kepada pelajar untuk bisa memahami dengan baik.

Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Dusun Selatan, Ahmad Suwardi mengatakan, pelatihan seperti ini sangat baik karena bisa mengembangkan kreativitas di bidang jurnalistik atau penulisan.

“Kita berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan, agar bisa membuat suatu tulisan atau berita dengan baik dan benar,” ucapnya singkat. (Dhana)