Pembangunan di Murung Binjai Bakal Diprioritaskan

oleh
Kondisi Infrastruktur di Murung Binjai saat ini

Paringin – Kondisi miris terus berlangsung sepanjang waktu di Murung Binjai yang merupakan anak desa Kusambi Hulu Kecamatan Lampihong, Kalimantan Tengah.

Karena wilayah ini menjadi satu-satunya permukiman di Kecamatan Lampihong yang tidak ada fasilitas listrik dan air bersih dari PDAM. Kondisi ini diperparah dengan jalan di desa yang memperhatikan terlebih saat musim hujan jalan tidak bisa dilalui karena terendam dan berlumpur.

Sebanyak 32 kepala keluarga yang menempati permukiman ini tidak bisa menikmati fasiltas dasar hidup dan juga terisiolir dari daerah lain meski jarak ke desa induk hanya berjarak 6 km saja.

“Listrik dan Akses jalan yang sangat kami butuhkan saat ini. Karena akibat akses jalan yang rusak dan listrik tidak ada, kehidupan disini sangat memperhatinkan,” ujar ketua RT setempat, Jailani saat dikunjungi di desanya beberapa waktu lalu.

Akibat kondisi ini, kata Jailani, akses warga keluar sangat sulit terlebih jika ingin berobat ataupun menjual hasil pertanian.

Hal hasil, lanjut pria 38 tahun ini, masyarakat seakan terisiolir karena mobil tida bisa masuk hanya sepeda motor. Itupun harus ekstra hati-hati karena jalan rusak, apalagi saat musim hujan jalan bisa tenggelam dan tidak bisa dilewati.

“Kami berharap jalan dan listrik bisa segara ada dan desa ini bisa diperhatikan dan segara diatasi oleh pemerintah. Karena jika terus dibiarkankarena tanpa kedua fasilitas ini kami tidak akan bisa merasakan bagaimana kehidupan masyarakat diluar sana,” keluhnya.

Menangapi kondisi ini, anggota DPRD Balangan, Sahmadi  anggota komisi II DPRD Balangan mengakui, jika kondisi jalan ke Murung Binjai ini sudah pernah disuarakannya ke pemerintah daerah.

“Tahun kemarin memang sudah ada pengerasan jalan oleh dinas PU tapi panjangnya masih sangat terbatas. Kita memohon agar pembuatan akses jalan kesana menjadi prioritas, karena selama ini masyarakat sangat merasakan kesulitan akibat kondisi jalan yang tidak layak,” ungkap politisi asal Partai Bulan Bintang ini.

Akibat akses jalan ini, lanjut Sahmadi, sekedar untuk membeli bahan kebutuhan hidup sehari-hari saja masyarakat memerlukan perjuangan yang melelahkan.

“Akses sekolah, berobat dan keluar desa sangat sulit. Ditambah listrik yang tak kunjung ada juga membuat masyarakat semakin terkesan terkucilkan dibanding daerah lain. Ini harus menjadi prioritas pemerintah daerah, karena Murung Binjai ini menjadi satu-satunya wilayah yang terisolir di Kecamatan Lampihong,” tegas legisator asal Lampihong ini.

Dari pantauan di lapangan, masyarakat desa saat ini untuk penerangan mengandalkan dari mesin genset, lampu tenaga matahari dan lampu teplok.

Tapi untuk lampu tenaga matahari kondisi saat ini, juga tidak terlalu bagus hanya mampu bertahan 2 sampai 3 untuk penarangan pada malam hari. Hal ini lantaran, penerangan bantuan dari pemerintah pada tahun 2012 lalu sudah tidak kondisi terbaik sehingga energi listrik yang dihasilkan juga seadanya. (sugianoor)