Gubernur Kalteng: “Pengusaha Tak Ada Kontribusi Silahkan Angkat Kaki”

oleh

Palangkaraya – Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Tengah, yang saat ini masih sebesar Rp 1,6 triliun, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran telah mengambil berbagai langkah konkret, walaupun dinilai masih belum maksimal.

Kendati memang banyak pengusaha yang menentang dengan kebijakan yang diterapkan, karena dianggap para investor khususnya pengusaha batu bara hanya akan mematikan usaha mereka. Tetapi ia tidak peduli. Bahkan ia menegaskan jika tidak mengikuti apa yang dimintanya, sebaiknya angkat kaki saja dari Bumi Tambun Bungai.

“Sejak masa keemasan kayu maupun tambang, saya melihat masyarakat selalu dirugikan. Tidak usah mereka berkomentar di koran, termasuk bupati yang bermain di tambang. Kalau tidak mau lagi berkontribusi di Kalteng lagi, sebaiknya pergi saja dari sini,” tegas Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran, di Istana Isen Mulang, Minggu (10/9), saat silaturahmi dengan seluruh forum koordinasi pimpinan, tokoh masyarakat, agama, pendidikan, masyarakat dan kepemudaan seluruh Kalteng.

Ia mengaku, sangat miris melihat Kalteng yang masih jauh tertinggal jika dibandingkan provinsi lain, kendati kaya dengan sumber daya alam. Menurutnya sudah saatnya masyarakat Kalteng bamgkit dari keterpurukan.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kalteng ini mengingatkan, agar seluruh masyarakat tetap menjaga keharmonisan dan falsafah Huma Betang hendaknya betul-betul dijaga. Apabila ada yang tidak senang satu sama lain, akan sulit membangun Kalteng.

“Indonesia, yang sudah merdeka 72 tahun, sedangkan Kalteng 61 tahun. Jika Bapak Tjilik Riwut masih hidup pasti sedih melihat masyarakat Kalteng yang belum merdeka secara ekonomi. Masih banyak penduduk asli yang termarjinal,” imbuhnya. (riyanti