Delapan Pasar Desa Ikut Lomba Pasar Desa Tingkat Gunung Mas

oleh
Tim penilai pasar desa tingkat Kabupaten Gumas melakukan penilaian administrasi pengelolaan pasar Desa Tewai Baru

Kuala Kurun – Sebanyak delapan Pasar Desa, mengikuti lomba Pasar Desa tingkat Kabupaten Gunung Mas (Gumas) pada 2017 ini.

Kedelapan pasar desa tersebut adalah Pasar Desa Tewai Baru, Kecamatan Sepang, Hurung Bunut Kecamatan Kurun, Luwuk Tukau Kecamatan Manuhing Raya, Balawan Mulya dan Taringen Kecamatan Manuhing, Luwuk Langkuas Kecamatan Rungan, Jalemu Raya dan Kelurahan Rabambang Kecamatan Rungan Barat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gumas, Yulius Agau melalui Kasi Pembangunan Partisipatif dan Kerjasama Desa, Kristiantoni mengatakan, tahun ini ada delapan pasar desa yang mengikuti lomba dan masa penilaian dimulai sejak 9 sampai 15 September.

“Untuk saat ini yang kami nilai adalah Pasar Desa di Tewai Baru dilanjutkan di Hurung Bunut,” katanya.

Selanjutnya pada 13 dan 15 September mendatang, yang akan dinilai adalah Pasar Desa di Luwuk Tukau, Belawan Mulya dan Taringen. Kemudian pada 13 dan 14 September, penilaian dilakukan di Luwuk Langkuas, Rabambang dan Jalemu Raya.

“Tim Penilai dibagi atas tiga tim, serta melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gumas. Pemenang pada lomba pasar desa ini nantinya akan diikutsertakan dalam lomba pasar desa di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk bersaing dengan perwakilan dari Kabupaten/Kota lainnya,” terang Yulius.

Untuk itu,  diperlukan dukungan dan peran Pemerintah Desa bersama masyarakat dalam mengelola pasar dengan baik.

“Agar semua berjalan dengan baik dan lancar memang diperlukan hal tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Penguatan Lembaga Ekonomi Desa pada DMPN Kabupaten Gumas, Terwi menjelaskan, untuk lomba pasar desa, ada sejumlah indikator penilaian yang menjadi acuan instrument penilaian. Diantaranya adalah tahan atau lahan pasar, bangunan pasar, pedagang, dan perencanaan.

“Indikator lainnya adalah organisasi, pelaksanaan, pengawasan, peran pemerintah desa, peran pemerintah Kabupaten, partisipasi masyarakat, serta penggunaan pendapatan,” pungkasnya. (Ola)