Anggaran Porprov Belum Ada, Insan Olahraga Kotabaru Kembali Turun ke Jalan

oleh
Kalangan atlet yang turun ikut menggelar aksi demo didepan kantor Sekretariat DPRD Kotabaru

KOTABARU – Sepenggal lirik lagu Iwan Fals ‘iya atau tidak itu saja’ terlontar dari para pendemo saat berada di ruang rapat paripurna, saat menyampaikan aspirasi dihadapan anggota DPRD, Suji Hendra dan Pemerintah Daerah Kotabaru, Kalimantan Selatan, Senin (11/09/17).

Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Kabupaten Kotabaru, bersama para atlet perwakilan berbagai cabang olahraga (Cabor) kembali turun ke jalan, untuk menyampaikan aspirasi ke kantor DPRD Kotabaru, setelah selama 5 hari menggelar aksi menggalang dana di jalan yang secara langsung dilakukan Ketua Umum KONI dan pululan atlet yang mendapatkan bantuan dari masyarakat sebesar Rp17.964.000.

“Kami hanya ingin memperjelas, berangkat atau tidak untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-10 di Kabupaten Tabalong, dan kami tidak akan keluar dari ruangan ini sebelum ada pernyataan resmi yang menyatakan berangkat atau sebaliknya,” tegas Zulkifli AR dengan suara lantang, selaku Ketum KONI Kotabaru.

Disamping itu, pihaknya juga mendesak eksekutif dan legislatif untuk membuat surat pernyaatan tertulis, jika kontingen Kotabaru diberangkatkan untuk mengikuti Porprov.

“Saya optimis, kalau Sekda berani tanda tangan, tapi dari pihak DPRD justru tidak berani menyatakan dan sekarang tinggal bagaimana DPRD, dengan kondisi seperti apapun kita akan tetap berangkat asal ada ketegasan pasti dan KONI hanya perpanjangan tangan dari Cabor sebagaimana hasil kesepakatan rapat bersama mereka,” terangnya.

Menurutnya, tidak susah untuk menanda tangan surat pernyataan resmi, kemudian menyampaikan aspirasinya.

“ini bukan kali pertama kami hearing, dan hasilnya selalu begini tidak ada kepastian dan selalu diberikan angin segar tapi faktanya tidak demikian,” tambahnya.

Senada disampaikan Ketua Cabor Perbasi, H. Sahiduddin bahwa, pihaknya tidak mau lagi mendengar angin segar, namun kejelasan pasti akan kondisi seluruh atlet yang akan mengikuti Porprov nantinya.

“Biar kami bertahan disini, shalat disini, makan disini dan sebagainya. Kalau memang tidak ada kejelasan dari hasil pertemuan hari ini. Kecuali ada keputusan yang jelas, baru kami akan beranjak meninggalkan ruangan ini,” tegasnya.

Menurutnya, tidak ada satupun pejabat yang berani memberikan pernyataan tertulis diatas materai bahwa kontingen Kotabaru akan berangkat.

“Yang jelas kami datang hari ini hanya ingin mendengar berangkat atau tidak, dan jangan dihadapkan pada bahasan antara pihak eksekutif dan legislatif terkait masalah anggaran lagi,” jelasnya kemudian.

Hal yang sama juga disuarakan Ketua Umum Forki Kotabaru. Ia menilai, anggota DPRD yang masuk dalam kepengurusan Cabor ternyata tidak juga memberikan kepastian, sehingga para atlet tidak harus sampai meminta sumbangan ke jalan.

“Awalnya kami berharap anggota dewan yang masuk dalam kepengurusan Cabor dapat membantu khususnya yang berkaitan dengan anggaran, namun justru sebaliknya. Kalau memamg tidak jadi, maka jelas kami kembali ke rumah saja, dan pada pemilihan dimasa mendatang jangan lagi dipilih wakil rakyat seperti itu,” cetus Zainudin.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, Hamka Mamang mengaku, sampai hari ini DPRD tidak berani memberikan jawaban karena kendalanya adalah masalah pembahasan anggaran yang tidak sinkron yang diberikan pihak eksekutif pada saat pembahasan.

“Bukan DPRD yang mengulur waktu, karena anggaran masih simpang siur dan sampai sekarang masih dalam tahap pembahasan di dalam Badan Anggaran (Banggar), dan sampai ini kami tidak berani menyatakan berangkat atau tidak,” katanya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotabaru, M Taufik Rivani mengungkapkan, prinsipnya ia menghendaki legalitas harus segera dilaksanakan melalui rapat paripurna karena apa yang dirapatkan bersama-sama KONI sudah dibahas dengan baik.

“Kami tidak bisa bergerak tanpa adanya legalitas. Sedikit saya jelaskan bahwa anggaran di susun bersama kemudian di bahas dengan KONI dan kemudian dibahas dengan Bappeda dan dibahas pula di Komisi III yang sebenarnya sudah clear,” terangnya.

Sekali lagi ia berharap permasalahan tersebut segera di eksekusi dan berkaitan dengan sisi teknis akan di bahas bersama dengan tim anggaran dan disana ada BPKAD, Bappeda, Dispora serta lainnya.

Melihat kemelut di ruang pertemuan karena dari pandangan KONI sama sekali tidak ada titik temu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kotabaru, H. Said Ahmad angkat bicara. Ia sangat optimis bahwa kontingen Kotabaru akan berangkat karena dari dinas teknis sudah menganggarkan dan RKA sudah dibuat.

“Saya minta hari ini juga, Dispora bersama dengan KONI dan Cabor untuk bisa rapat bersama di ruangan Asisten II untuk mengatur keberangkatan nanti. Selain itu, akan segera di proses SP2D dan menjadi prioritas untuk segera mencairkan dan ini akan saya kawal,” tuturnya.

Disamping itu, ia meminta berkaitan dengan anggaran yang berada di APBD murni sebelum anggaran perubahan bisa dicairkan dan itu juga menjadi prioritas, sekarang ini harus sudah action karena waktunya yang sangat minim. (Yhoz)