Tak Tahan Sakit, Buntat Akhiri Hidup Dengan Seutas Tali

oleh
Ilustrasi

Sekadau –  Isak tangis keluarga pecah saat mengetahui Buntat ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Dusun Perupuk Mentah, Desa Tapang i Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, Sabtu (9/9). Apalagi, Buntat memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Buntat melakukan aksi nekadnya itu saat dirinya seorang diri di rumah.

Terlihat Kepala Desa Tapang Semadak, Theresia Yusmini, Babinsa hingga pihak kepolisian berada di lokasi kejadian. Sejumlah warga juga terlihat memasang tenda di depan rumah yang tidak jauh dari gereja setempat.

Informasi yang dihimpun, pagi harinya Buntat terlihat dan sempat berbincang dengan warga setempat. Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas kesehatan setempat, tak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Ia murni memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Berdasarkan keterangan Senin, yang merupakan warga setempat, Buntat tak memiliki masalah. Namun, beberapa bulan lalu, Buntat pernah mengalami kecelakaan sepeda motor. Bahkan, dua hari belakangan ia bersama istrinya pernah berobat di rumah sakit.

“Setahu kami tidak ada masalah atau cekcok dengan siapapun. Kalau berkumpul atau mengobrol hanya biasa saja. Tetapi korban mengeluh sakit di matanya,” ujar Senin di lokasi kejadian.

Ia menuturkan, jenazah pertama kali ditemukan istrinya di dapur rumahnya ketika kembali dari sawah. Saat kejadian, Buntat diketahui hanya sendiri berada di rumah lantaran Asnah (istri Buntat) lagi pergi ke sawah.

“Saat pulang ke rumah pintunya di tutup. Kami juga terkejut dan langsung ke sini,” ucapnya.

Sejak sakit, kata Senin, Buntat memang tidak bekerja. Buntat, lebih banyak di rumah karena kondisinya yang tak memungkinkan untuk bekerja, apalagi setelah kecelakaan yang dialaminya itu.

“Buntat bekerja sebagai petani. Sejak sakit dia memang tidak bekerja,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Sekadau Hilir, Iptu Masdar saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan, korban ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya.

“Diduga korban depresi dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pihak keluarga menolak jenazah divisum dan diautopsi. Pihak keluarga menganggap peristiwa itu takdir, sudah ada surat pernyataan dari keluarga menolak jenazah divisum,” pungkasnya. (Yahya)