Di Balangan, Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Meningkat

oleh
Ilustrasi - Stop kekerasan terhadap perempuan dan anak

Balangan –  Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan terus meningkat. Bahkan pada semestar  satu tahun 2017, sudah ada 18 kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di kabupaten yang berjuluk Bumi Sanggam ini. Jumlah ini jauh meningkat, jika dibanding tahun 2016 lalu, dimana hanya ada 7 kasus yang terjadi.

Dari jumlah kasus tersebut, 5 terjadi kepada perempuan dan 13 sisanya dialami anak-anak. Dengan rincian detail, kekerasan fisik dan psikis dialami 4 orang perempuan, kekerasan seksual dialami 2 anak dan 1 perempuan, penelantaran 3 orang anak dan sisanya merupakan anak yang tersangkut kasus hukum.

Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Balangan, Mulidiah mengakui, banyak faktor yang menyebabkan banyaknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak, diantaranya faktor sosial, kemiskinan dan tingkat pendidikan.

“Persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan ini membutuhkan penanganan yang serius dan melibatkan semua pihak,” katanya.

Meski dirinya tidak menampik, jika pihaknya belum maksimal dalam menekan peningkatan kasus kekerasan anak dan perempuan, namun menolak jika dibilang tidak serius dalam menjalankan tugasnya selama ini.

Karena lanjut dia, usaha pencegahan terus dilakukan, salah satunya dengan mengelakan sosialisasi terkait ‘stop kekerasan terhadap anak dan perempuan’ hingga ke desa-desa.

Bahkan, meningkatnya kasus kekerasan perempuan dan anak ini tak lain karena sudah adanya keberanian masyarakat ataupun keluarga korban yang berani melapor. Dan hal ini menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang menimpa dirinya atau orang lain disekitarnya, ini tentu tidak terlepas dari hasil sosialisasi selama ini.

“Masyarakat dan keluarga korban sudah berani melapor. Mereka tidak takut lagi, lantaran kasus tersebut harus dituntaskan pihak yang berwajib.  Apalagi, kita juga telah memiliki  tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) guna menangani setiap kasus kekerasan anak dan perempuan yang terjadi,” jelasnya.

Melalui P2TP2A inilah, lanjut dia, para korban kekerasan baik itu perempuan ataupun anak ditangani. Baik dalam pendampingan penanganan kasusnya, maupun sampai pada penyembuhan psikologis korban.‎

“Kami juga membuka hotline layanan di nomor 081649056299, bagi masyarakat yang ingin mendapat pelayanan terkait masalah kekerasan anak dan perempuan. Selain itu, kami juga berharap peran serta masyarakat terkait masalah ini,” pungkasnya. (Sugianoor)