Sipet Hermanto Uji Kelayakan Balon Wali Kota Palangkaraya

oleh
Foto: Balon Wali Kota Palangkaraya, Sipet Hermanto

Palangkaraya – Kendati sudah tertutup peluang untuk dapat diusung sebagai bakal calon (bacalon) dari Partai Golkar, lantaran, Partai Beringin ini beberapa waktu lalu sudah menetapkan dari kader sendiri.

Tetapi langkah mantan Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah, Sipet Hermanto, menuju kursi KH 1 Kota Palangkaraya, masih terbuka.

Ini setelah dirinya dipanggil ke Jakarta, untuk mengikuti uji kelayakan bakal calon (bacalon) Wali kota Palangkaraya, oleh salah satu partai nasional religius, yang memiliki motto membela kebenaran.

“Saya diminta untuk fit and proper test pada tanggal 12 September pukul 19.00 WIB, Jalan Raden Salah 9 Jakarta. Semoga tidak ada perubahan jadwal. Karena saya sungguh-sungguh dan serius untuk berbagi dan mengabdi bagi pembangunan Kota Palangkaraya, kedepan yang lebih baik lagi,” kata Sipet Hermanto, di Palangkaraya, Kamis, (7/9).

Diungkapkan Sipet, surat panggilan  bertolak ke Jakarta, guna mengikuti uji kelayakan, diterimanya satu minggu lalu. Dimana intinya dalam surat tersebut, dirinya diminta untuk mempersiapkan power point tantang profil, rekam jejak serta visi dan misi.

Menurut Sipet, dari informasi yang diterimanya, ia dipanggil ke Jakarta, bersama dua orang bacalon lainnya yang juga direkomendasikan dari partai ini. Sedangkan panggilan dari partai politik lainnya, belum mengetahui kepastian,apakah dirinya dipanggil atau tidak untuk menjalani uji kelayakan.

Diakuinya,  ia memang mendaftarkan diri di semua parpol sebagai bacalon wali kota. Bukan karena dirinya serakah, tetapi lantaran ia merupakan birokrat  yang baru terjun di dunia politik, sehingga masih belum mempunyai perahu dan bukan berasal dari kader parpol manapun.

“Dengan begitu, dapat memberikan gambaran potensi pribadi sebagai bakal calon. Karena saya murni birokrat.  Artinya non partisan, bukan kader partai politik, sehingga bebas untuk mendaftar dan peluang direkomendasikan akan semakin terbuka, tinggal partai politik yang menilai,” imbuhnya.(riyanti)