Puluhan Ibu-ibu Pengajian ‘Geruduk’ Kantor DPRD Kubu Raya

oleh
Ibu-ibu Majelis Taklim saat mendatangi Kantor DPRD Kubu Raya/Fsl

Kubu Raya – Puluhan Ibu-ibu anggota Majelis Taklim yang tergabung  dalam Pengurus Cabang  Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya mendatangi kantor DPRD Kubu Raya, Jumat (8/9).

Kedatangan puluhan anggota Majelis Taklim PC BKMT Sungai Raya ini mempertanyakan dan meminta kejelasan kepada pihak DPRD, adanya dana hibah BKMT Kubu Raya yang belum terealisasi dan masih tertahan atau tertunda di DPRD Kubu Raya.

Puluhan anggota Majelis Taklim inipun diterima oleh anggota DPRD Kubu Raya, diantaranya Bambang Ganefo Putra, Yanto, Muhammad Iqbal, Agus Sudarmansyah dan Yuslanik.

Karina, Ketua PC BKMT Kecamatan Sungai raya Mengatakan bahwa kedatangan mereka ke DPRD Kubu Raya ini untuk mempertanyaan dan meminta penjelasan  adanya penundaan anggaran dana hibah untuk BKMT Kubu Raya, dan hal ini sudah juga dipertanyakan kepada Pemerintah daerah Kubu Raya.

“Ditundanya anggaran ini, karena hasil voting lebih banyak yang ditunda hingga 2018, dan akan dibahas pada APBD perubahan. Kami sangat kecewa dengan hasil ini, dan kami meminta pemerintah daerah untuk mempertanggung jawabkannya,” ujar Karina.

Menurut Karina, jika anggaran ini dibahas pada APBD perubahan, lantas kenapa sebelumya sudah dipublikasikan dan meminta kepada pihak BKMT untuk mempersiapkan segalanya agar anggaran ini bisa direalisasikan.

“Jika belum jelas, jangan dulu dipublikasikan ke kami, Kami juga sangat kecewa dengan DPRD baik yang menunda penggarannya maupun yang tidak,”geram Karina.

Sementara itu, Ketua DPRD Kubu Raya, Bambang Ganefo Puta mengatakan bahwa dana bantuan sosial dan hibah untuk Majelis Taklim di Kubu Raya ini tidaklah dihapus akan tetapi ditunda. Berdasarkan hasil poting badan anggaran DPRD Kubu Raya dana itu tidak dianggarkan ditahun ini, namun akan dianggarkan ditahun 2018 sebesar Rp 3,9 milyar.

“Dana ini dihapus tapi dianggarkan ditahun berikutnya namun pihaknya akan berusaha untuk melakukan musyawarah dengan bagian anggaran, apakah dana  itu bisa dianggarkan tahun 2017 ini,” terang Bambang. (fsl)