Kredit Pertanian dan Perdagangan di Kalteng Capai Rp 24,99 Triliun

oleh
ilustrasi

Palangkaraya – Pada Juli 2017, kredit perbankan di Kalimantan Tengah, masih didominasi kredit sektor pertanian dan perdagangan dengan pangsa masing-masing sebesar 45,97 persen dan 12,89 persen. Dengan total nominal kredit di sektor pertanian Rp 19,56 triliun dan perdagangan Rp 5,43 triliun.

“Sedangkan sebagian besar kredit perbankan di sektor mengalami perlambatan di bulan Juli 2017,”kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Tengah, Wuryanto, di Palangkaraya, Kamis (7/9)..

Menurut Wuryanto, perlambatan terjadi di komponen kredit perbankan sektor industri pengolahan akibat pelunasan sejumlah fasilitas kredit yang digunakan dalam membiayai pembangunan pabrik CPO sejumlah perusahaan besar.

Dari sisi kualitas pembiayaan sektoral, kredit di sektor pertambangan masih memiliki tingkat kualitas kredit yang paling rendah dibandingkan sektor lainnya. Untuk rasio kredit bermasalah atau non performing loan/NPL sebesar 38,36 persen.

Sebagian besar kredit bermasalah di sektor pertambangan merupakan fasilitas kredit yang diberikan oleh bank di luar Kalimantan Tengah. Berdasarkan informasi bank penyalur, fasilitas kredit bermasalah diberikan kepada salah satu perusahaan tambang batubara yang saat ini telah tutup.

“Penurunan harga komoditas tambang di pasar global dalam beberapa tahun terakhir menjadi faktor utama perusahaan tersebut menutup usahanya,” ujarnya.(riyanti)