Jelang Kepulangan Jemaah Haji, Waspadai Virus MersCov

oleh
Foto: Pelaksana Harian (Plh) Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya, Eman Prasetyo

Palangkaraya – Jelang kepulangan jemaah haji asal Kalimantan Tengah, yang dijadwalkan mulai berdatangan pada 20 September mendatang, petugas gabungan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Palangkaraya, Dinas Kesehatan akan disiagakan di bandara dan asrama haji.

“Ini untuk mengantispasi jika ada jamaah yang terkena penyakit infeksi seperti Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (Mers Cov). Kita siap untuk melakukan penanganan jika ada jamaah yang terjangkit virus tersebut dengan instansi terkait,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kantor Kesehatan Pelabuhan Palangkaraya, Eman Prasetyo, Jumat (7/9).

Seluruh jamaah haji, akan dibawa langsung ke asrama haji dengan menggunakan bus. Tetapi sebelum masuk ke asrama haji, terlebih dulu harus melewati alat pengukur suhu tubuh (thermal scanner) yang akan pasang di pintu masuk lengkap dengan layar monitor.

Menurut Eman, jika ada jemaah yang sakit akan diklasifikasikan lagi dalam dua kategori. Apabila Mers Cov, langsung dibawa ke RS dengan menggunakan mobil ambulan khusus, tanpa harus ke asrama haji.

Sedangkan yang sakit biasa akan dibawa ke poliklinik asrama haji untuk diobservasi dan mendapatkan penanganan kesehatan. Intinya jika ada yang suhu tubuhnya terdeteksi diatas 38 derajat, akan di bawa ke poliklinik untuk diobservasi.

Namun, sampai saat ini KKP masih belum menerima laporan adanya jamaah yang  sakit karena terindikasi infeksi maupun virus. Memang, sebelum berangkat ke tanah suci, sempat ada 3 orang yang dirawat di RS, tetapi bukan karena infeksi tapi sakit biasa.

Ketika sampai di Arab Saudi pun terus dipantau perkembangannya, kendati sempat juga menjalani perawatan. Tapi hanya sakit biasa.

Jadi, tegas Eman, pemeriksaan kesehatan jamaah haji akan dilakukan berlapis. Sejak kedatangan di Embarkasi Haji Antara sampai Bandara Tjilik Riwut hingga sebelum masuk asrama haji. (riyanti)