Truk Nyungsep di Jalan Arteri Supadio

oleh

Kubu Raya – Diduga akibat setir mobil tidak bisa dikendalikan, satu unit truk bernomor Polisi B 9770 BYX,  yang bermuatan semen gresik, nyungsep ke selokan di Jalan Arteri Supadio, tepatnya di depan Kantor Pelabuhan Kesehatan Tingkat II, Kamis (7/9)

Supir truk Sakuro (41), menuturkan, truk yang bermuatan material semen ini ia kemudikan bersama dengan dua orang kernetnya  sejak dari gudang semen Gresik, di Jeruju Pontianak. Semen ini direncanakan akan diantar ke PT Alas Kusuma Kubu Raya melalui jalan Arteri Supadio.

“Tidak tahu kenapa tiba-tiba stirnya terasa keras, dan tidak bisa dikendalikan, sementara kecepatan tidak bisa dikurangi,” ujarnya.

Menurut Sakuro, ia belum mengetahui penyebab pasti setir mobil  truk itu tidak bisa dikendalikan, dan pada awal perjalanannya mobil ini dalam kondisi baik, terlebih beberapa hari lalu mobil itu sudah diperbaiki kondisi-kondisi yang rusak.

“Truk ini baru saja keluar dari bengkel, saat kecelakaan ini. Kecepatan saya hanya 4, alhamdulillah kami bertiga selamat,” ujarnya

Kendati tidak ada korban jiwa, namun, kondisi mobil mengalami rusak yang cukup parah terutama bagian depan sebelah kanan mobil karena sebelum nyungsep ke selokan truk ini terlebih dahulu menghantam median jalan.

“Kami masih menunggu bantuan agar mobil ini bisa diderek,” ujarnya

Terpisah Kanit Lantas Polsek Sungai Raya, Ipda Suwarna memaparkan, di sepanjang jalan Arteri Supadio ini memang seringkali terjadi laka lantas, terutama laka lantas tunggal, hal ini disebabkan kondisi jalan yang mulus dan ketidak hati-hatian pengendara saat melintasi jalan.

“Kondisi jalan di lokasi nyungsepnya truk ini memang agak menikung, sementara menurut pengakuan supir, setirnya tidak bisa digerakan sehingga masuklah ke dalam selokan itu,” ujar Eka

Langkah yang dilakukan pihak kepolisian sektor Sungai Raya, kata dia berkoordinasi dengan pihak atau pemilik truk untuk mengeluarkan truk dari dalam selokan itu.

“Kalau tidak diderek tentunya akan mengganggu kelancaran lalu lintas di kawasan itu, untuk itu kami berkordinasi dengan pemilik mobil agar secepatnya mobil itu bisa diderek,” pungkasnya (fsl)