570 Gram Sabu Gagal Diselundupkan Lewat Bandara Supadio Pontianak

0
77
Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku FR

PONTIANAK –  Narkoba jenis sabu seberat 570 gram yang terbungkus dalam beberapa kantong plastik transparan, berserta 10 butir pil Extasi dan 20 butir Happy Five nyaris lolos dari Bandara Internasional Supadio Pontianak, pada Selasa (5/9/17).

“Barang haram itu gagal oleh anggota Pokbansus Deninteldam XII/Tpr,  Sertu Fransiskus Sembiring dan Sertu Teguh Hariyanto (perwakilan di bandara) dengan bantuan pihak Bandara,” ungkap Kepala Penerangan Kodam XII TPR, Kolonel Inf Tri Rana Subekti saat dihubungi wartawan, Selasa malam (5/9/17).

Menurut Tri Rana Subekti, pengintaian terhadap pelaku berinisial FR (34), yang beralamat di Jalan Empang Bahagia VI, Desa Jelambar, Kecamatan Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat ini dilakukan dua hari berturut turut dari tanggal 4 dan 5 September 2017.

“Pada 4 September sekitar pukul 20.00 WIB, diperoleh informasi dari anggota Polsek KP3U jika ada seseorang yang akan berangkat menuju Jakarta, terindikasi akan membawa Narkoba jenis sabu pada 5 September 2017,” tuturnya.

Informasi tersebut langsung ditindak lanjuti Sertu Fransiskus Sembiring dan Sertu Teguh Hariyanto sekitar pukul 05.00 WIB, dengan melakukan pengecekan ke bagian Tiket Bandara Internasional Supadio Pontianak.

“Pada pukul 07.00 WIB, dilaksanakan penyelidikan dan koordinasi dengan Avsec Bandara Supadio serta petugas Cek In counter Sriwijaya Air,” paparnya.

Kemudian, pada pukul 08.00 hingga pukul 11.45 WIB, dilaksanakan pengecekan di X-Ray 1 keberangkatan Avsec Bandara Internasional Supadio Pontianak, serta anggota Pokbansus Deninteldam XII/Tpr Sertu Fransiskus Sembiring dan Sertu Teguh Hariyanto terhadap seseorang penumpang dengan gerak gerik yang mencurigakan.

Hasilnya, didapati satu orang penumpang dengan gerak gerik mencurigakan. Kemudian langsung dilaksanakan pengecekan tubuh oleh Avsec dan ditemukan barang bukti narkoba yang disimpan di bagian celana dalam, yang dibungkus dalam kantong berwarna hitam.

“Barang bukti tersebut berupa, 1 kantong sabu kemasan besar dengan berat 500 gram, 7 kantong sabu kemasan kecil masing-masing dengan berat 10 gram, 1 kantong berisikan 10 butir pil extasi serta 20 butir heppy five,” terang dia.

Tambahnya lagi, sekitar pukul 12.00 WIB, FR kemudian dibawa ke ruang Avsec Bandara Supadio untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut. Hasilnya, FR disuruh TD, yang beralamat di DKI Jakarta untuk mengambil barang tersebut di Pontianak. FR mengaku tidak mengenal pemilik sabu yang ia temui di Pontianak.

FR mengaku mendapat upah sebesar Rp10.000.000 yang akan dibayar setelah barang diterima di Jakarta oleh TD.

“FR bekerja hanya sebagai kurir dengan imbalan uang sebesar Rp10.000.000, dan pelaku kemudian diserahkan ke Polda Kalbar untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (Joni Iskandar)

LEAVE A REPLY