Rebutan Sesaji Ritual Sembahyang Kubur di Pontianak

0
52
Warga rebutan sesaji Sembahyang Kubur di Vihara Pattica Samuppada Pontianak

PONTIANAK –  Tepat pukul dua belas siang, pada Selasa (5/9/17), puluhan warga Tionghua saling rebutan sesajian hasil pertanian  berupa sayur, buah-buahan maupun hewan yang telah didoakan, saat sembahyang rebut di Vihara Pattica Samuppada, Jalan WR Supratman, Kecamatan Pontianak Selatan. Tradisi ini merupakan rangkaian puncak ritual sembahyang kubur atau ziarah makam yang dilaksanakan setiap tanggal 15 bulan 7 dalam penanggalan Imlek.

Masyarakat Tionghoa, khususnya yang beragama Konghucu melaksanakan tradisi ritual sembahyang rebut yang merupakan rangkaian puncak ritual sembahyang kubur atau ziarah makam. Sembahyang kubur sendiri di Kalimantan barat dilakukan dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 1-15 bulan 3 dan tanggal 1-15 bulan 7 dalam penanggalan imlek//

Tradisi ini diawali dengan mengunjungi makam keluarga atau leluhur yang sudah mendahului dengan harapan selalu diberikan kelimpahan berkat dan rezeki. Puncak dari sembahyang rebut dilakukan tepat pada hari ke lima belas.

Pada hari tersebut, setiap Kelenteng atau biasanya mempersiapkan sesajian yang nantinya akan didoakan terlebih dahulu. Sebelum akhirnya diambil masyarakat secara berebutan. Seperti yang dilakukan oleh pengurus Vihara Paticca Samuppada.

“Tradisi tahunan ini juga dimaksudkan sebagai tolak bala dengan harapan masyarakat terhindar dari segala musibah dan marabahaya,” ungkap Pengurus Vihara Paticca Samuppada, Herison Hermanto  kepada wartawan.

Sesajian yang dipersembahkan itu ditujukan untuk memberi makan kepada arwah-arwah gentayangan yang tidak dikunjungi atau diziarahi oleh sanak keluarga mereka. Sehingga, sebelum kembali ke alamnya, arwah-arwah ini diberikan sesajian terlebih dahulu dengan didoakan secara beramai-ramai. (Riski Yuniar)

LEAVE A REPLY