Konsumsi Pertalite di Kalbar Meningkat

0
43
Ilustrasi - SPBU

PONTIANAK –  Pengamat ekonomi Kalimantan Barat, Susanto, mengatakan, jika tren peningkatan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kalimantan Barat, murni dikarenakan masyarakat telah merasakan manfaat Pertalite yang memang jauh lebih unggul dibandingkan Premium.

“Tentu masyarakat sudah melakukan perbandingan antara Premium dan merasakan keunggulan Pertalite, sehingga enggan kembali menggunakan Premium. Bahkan, ada pula yang melakukan literasi keunggulan produk sehingga konsumen semakin mantap memilih Pertalite,” ungkapnya.

Hal lainnya, lanjut Susanto, adalah daya beli masyarakat Kalbar yang masih stabil dan terjaga.

“Dalam kondisi ini, pergeseran dari Premium ke Pertalite tidak akan memunculkan gejolak. Apalagi, karena memang perbedaan harga kedua BBM yang tidak signifikan,” Lanjut Susanto.

Sehingga, dikatakannya, dengan perbedaan harga yang relatif kecil, masyarakat memperoleh manfaat yang jauh lebih besar. Manfaat itu tidak terbatas pada tataran pengguna mobil saja, namun juga pengguna sepeda motor.

“Jadi kesadaran ini memang muncul di masyarakat. Sehingga fenomena itu harus disikapi positif semua pihak,” kata Susanto, yang juga alumnus Univeritas Tanjungpura Pontianak.

Menurut Susanto, dari sudut pandang konsumen, Pertalite memang sangat menguntungkan. Secara kualitas, misalnya, Pertalite yang memiliki RON lebih tinggi dibandingkan Premium, akan menjadikan mesin lebih awet dan terpelihara.

“Sedangkan dari sisi ekonomis, dengan pembakaran yang lebih sempurna, menjadikan Pertalite lebih irit dibandingkan Premium,” Tandasnya

Sementara itu, salah seorang warga, Erni Yantini (38) yang merupakan salah seorang guru SDN 08 Pontianak Barat, mengaku lebih memilih menggunakan Pertalite ketimbang premium. Warga Gang Berdikari I, Jalan Husein Hamzah Pontianak ini mengaku, jika awalnya dirinya memang memakai Pemium. Namun setelah merasakan keunggulan Pertalite, dia enggan kembali memakai Premium.

“Selisih harganya cuma sedikit dari premium, dan saya sudah cocok dengan Pertalite, selain lebih irit, kami juga ingin mesin kendaraan kami lebih awet,” jelasnya.

Tidak hanya dirinya yang beralih dari Premium ke Pertalite. Lanjut Erni, banyak juga rekan dan kerabatnya mengganti jenis BBM. Rekan kerjanya di SDN 08 Pontianak Barat, misalnya, sebagian besar juga sudah mempergunakan beralih dari Premium ke Pertalite.

“Dari sekitar 27 karyawan, termasuk honorer, lebih dari setengahnya sudah pakai Pertalite. Alasannya sama, karena melihat keunggulan Pertalite,” kata Erni.

Senada, Indra Hamka, warga Lubuk Tajau, Kecamatan Nanga Taman, Sekadau, juga mengaku senang mempergunakan Pertalite. Dibandingkan saat mempergunakan Premium, dia merasa bahwa mesin kendaraannya menjadi lebih awet dan bersih.

“Saat servis, saya liat karburator kendaraan saya menjadi lebih bersih. Dan banyak teman-teman saya juga yang mempergunakan sepeda motor tipe baru, juga bilang bahwa Pertalite lebih bagus,” pungkasnya. (Budiman Djamboel)

LEAVE A REPLY