TNBKDS – WWF Perkuat Capaian Konservasi

0
23
Taman Nasional Danau Sentarum. Sumber Foto : WWF Indonesia

JAKARTA –  Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) dan WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat, menandatangani kesepakatan kerja sama pada Kamis (13/7/17) di Jakarta.

Penandatanganan kesepakatan yang memuat Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dilakukan dalam kerangka penguatan fungsi kelembagaan pengelola serta masyarakat, perlindungan kawasan, pengawetan flora dan fauna (spesies kunci), pengembangan wisata alam, dan pemberdayaan masyarakat di dalam serta di sekitar kawasan TNBKDS.

“Perjanjian kerja sama operasional ini bermaksud menguatkan fungsi TNBKDS dengan para mitra strategisnya. Hal tersebut juga untuk mendukung dan mendorong efektivitas pengelolaan taman nasional,” kata Kepala Balai Besar TNBKDS Arief Mahmud di Jakarta, Kamis (13/7/17).

Balai Besar TNBKDS merupakan unit pengelola penyelenggaraan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

BBTNBKDS mempunyai tugas penyelenggaraan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya berdasarkan peraturan perundang-undangan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum, Kabupaten  Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya BBTNBKDS dapat menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, dalam hal ini WWF-Indonesia Program Kalimantan Barat sebagai organisasi yang sudah cukup lama berkontribusi dalam kerja-kerja konservasi di Kalimantan Barat.

Manajer Program Kalimantan Barat WWF-Indonesia, Albertus Tiju mengatakan kerja sama ini akan semakin memperkuat upaya pelestarian keanekaragaman hayati Kalimantan Barat yang sudah dilakukan oleh WWF selama ini.

“Kerja sama ini menjadi bagian dari kerja kolaboratif WWF dengan para pihak, khususnya yang terkait bidang lingkungan dan konservasi. Selama ini, WWF memiliki hubungan kemitraan yang baik dengan Balai Besar TNBKDS, terutama dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Kapuas Hulu. Saya optimis kerja sama ini akan dapat meningkatkan capaian kerja konservasi yang lebih baik lagi,” sambut Albert.

Adapun kerja sama ini bertujuan memperkuat dukungan terhadap program dan kegiatan dalam pengelolaan TNBK dan TNDS. Dalam hal ini, ada upaya pengelolaan dan perlindungan hutan yang efektif, berkelanjutan, dan melibatkan semua pihak berkepentingan.

Selain itu, upaya ini juga untuk memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya secara lebih efektif, baik kampanye sadar konservasi pada tingkat lokal dan regional, pengelolaan ekowisata dan jasa lingkungan dengan pelibatan aktif stakeholder terkait, dan pemberdayaan masyarakat serta SDM internal BBTNBKDS. (Humas WWF)

LEAVE A REPLY