Satarudin : Narkoba dan Terorisme Sama-Sama Berbahaya

0
35
Ketua DPRD Kota Pontianak, Satarudin saat diwawancarai awak media

PONTIANAK –  Saat ini, Narkoba sama bahayanya dengan terorisme. Keduanya sama-sama merusak negara. Bahkan melalui narkoba, generasi muda Indonesia diobrak-abrik.

“Hampir setiap minggu ada saja kasus narkoba yang terungkap di Kalbar. Kelasnya bukan yang gram, sudah berkilo-kilo. Narkoba dengan terorisme ini sama bahayanya,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pontianak, Satarudin kepada wartawan, Senin (10/4/17).

Dalam beberapa waktu terakhir, pengungkapan kasus narkoba memang bukan sekadar kelas kecil. Di Kalimantan Barat yang notabene perbatasan, seakan barang haram itu mudah masuk. Barang tersebut juga seringkali didapat di Pontianak.

“Korbannya ini bukan lagi orang dewasa, tapi juga anak-anak. Di BNN itu, remaja banyak direhabilitasi. Ini mesti dijadikan perhatian serius, bukan cuma jargon saja,” jelasnya.

Dia mengapresiasi jajaran Polda Kalbar, BNN dan Polresta Pontianak yang selama ini telah bekerja keras mengungkap kasus narkoba. Upaya yang dilakukan polisi katanya adalah tindakan akhir. Jauh lebih penting, dari pihak keluarga saling mengingatkan. Mengawasi satu sama lain.

“Sama hal dengan kasus terorisme yang sekarang sedang ramai di nasional, narkoba juga demikian, dengan keluarga, dengan tetangga, harus saling peduli, jangan hidup di dunia sendiri,” ucapnya.

Untuk pencegahan, dia meminta semua OPD di jajaran Pemkot Pontianak melakukan koordinasi lintas instansi. Termasuk dengan BNN yang merupakan badan khusus penanggulangan narkoba. Ditambah saat ini ada saja narkoba jenis baru yang muncul dan meresahkan masyarakat.

“Narkoba jenis baru ini luar biasa beredar di masyarakat, bahkan banyak anak-anak di bawah umur yang terjebak dalam penggunaan narkoba jenis baru ini karena sangat mudah untuk didapatkan,” terangnya.

Adanya komitmen Perang Melawan Narkoba harus jadi semangat bersama memerangi dan mencegah rusaknya bangsa. Apalagi saat ini Indonesia, khususnya Pontianak tengah mengalami bonus demografi. Jika anak muda, anak usia produktif banyak yang rusak, maka tidak mungkin bonus ini dimanfaatkan baik.

“Bonus demografi ini akan rusak, kalau narkoba terus merajalela. Ini harus kita lawan bersama,” pungkasnya. (Riski Yuniar)

LEAVE A REPLY